Breaking News:

Penjualan Premium di Jawa, Madura dan Bali Dihentikan Mulai 1 Januari 2021, Kota-kota Lain Menyusul

Penghapusan Premium merupakan langkah pemerintah untuk menekan angka konsumsi BBM dengan nomor oktan 88 itu.

Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/ SA'DUL BAHRI
Salah satu SPBU Penjual BBM Premium di di jalan Manek Roo, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (29/8/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium di Jawa, Madura dan Bali (Jamali) akan dihentikan mulai 1 Januari 2021.

Hal tersebut diungkapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), MR Karliansyah mengatakan, kepastian tersebut ia sampaikan berdasarkan informasi yang disampaikan seorang direktur operasi PT Pertamina (Persero) dalam sebuah pertemuan pada Senin (9/11/2020) malam lalu.

"Syukur alhamdulillah Senin malam yang lalu saya bertemu dengan Direktur Operasi Pertamina. Beliau menyampaikan bahwa per 1 Januari 2021 Premium di Jamali khususnya itu akan dihilangkan, kemudian menyusul kota-kota lainnya di Indonesia," ujar Karliansyah dalam webinar yang digelar YLKI, Jumat (12/11/2020).

Karliansyah menjelaskan, pemerintah memang berkomitmen mengendalikan pencemaran dari kendaraan bermotor.

Baca juga: Pernikahan Putri Habib Rizieq Shihab Digelar Sabtu Malam, Undangan 10.000 Orang, PKL Tak Jualan

Baca juga: Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina dan Swasta Bulan November, Murah yang Mana?

Komitmen itu lantas dituangkan dalam Peraturan Menteri LHK tanggal 7 April 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buangan Kendaraan Bermotor Baru untuk Kategori M, N dan O.

Beleid itu menurunkan kadar maksimal sulfur di bensin dan solar dari 500 ppm menjadi 50 ppm.

Penghapusan Premium merupakan langkah pemerintah untuk menekan angka konsumsi BBM dengan nomor oktan 88 itu.

Namun keberhasilan ini sangat bergantung dari penyedia BBM bermutu baik di masyarakat. Pasalnya, berdasarkan data KLHK, Premium masih mendominasi konsumsi bensin di masyarakat.

"Premium masih mendominasi 55 persen penjualan bensin," kata Karliansyah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved