Breaking News:

Pekerja Migran

17 Pekerja Migran Ilegal dari Malaysia Diamankan TNI AL, Dua Orang Warga Aceh

Saat diperiksa, petugas mendapati 17 TKI illegal asal Sumatera Utara dan Aceh yang baru kembali dari Malaysia menuju Tanjang Balai Asahan.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
Dok Lantamal I
TNI AL dari Lanal Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I mengamankan 17 orang pekerja migran tanpa dokumen (Ilegal) yang memasuki Indonesia melalui jalur laut di Kuala Bahan Asahan, Sumut, pada Jumat (13/11/2020). 

Laporan Zaki Mubarak | Sumatera Utara

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan Lantamal I, Koarmada I mengamankan 17 orang pekerja migran tanpa dokumen (Ilegal) yang memasuki Indonesia melalui jalur laut di Kuala Bahan Asahan.

Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory menjelaskan penangkapan para migran tersebut disaat Tim (Fleet One Quick Response) F1QR PTNI AL  berpatroli mengamankan Kapal kayu tanpa nama GT-5, ternyata juga ditumpangi pekerja migran Ilegal yang kembali dari Malaysia pada Jumat (13/11/2020) sekitar pukul 10.30 WIB.

"Tim F1QR  yang sedang patroli menggunakan Patkmala SSG 1-1-47 mendapatkan informasi dari Unit Intelijen Lanal Tanjung Balai Asahan akan  masuk  kapal  TKI Ilegal dengan modus jaring puput. Selanjutnya tim  melakukan penyekatan di Perairan Kuala Bagan Asahan," kata Danlanal Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, kepada Serambinews.com, Senin (16/11/2020).

Saat kapal ditemukan, petugas langsung periksa dan mendapati 17 TKI illegal asal Sumatera Utara dan Aceh yang baru kembali dari Malaysia menuju ke Tanjang Balai Asahan. Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap tanpa nama itu. 

“Di atas kapal itu sengaja ditutupi terpal biru agar dikira kapal barang, ternyata terdapat 17 migran ilegal yang pulang dari Malaysia di dalamnya. Saat para TKI dan tiga anak buah kapal telah kita amankan,” jelasnya.

Menurutnya sebelum diangkut ke Mako Lanal Tanjung Balai Asahan untuk pemeriksaan lebih lanjut, para migran dan ABK telah dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai protokol Covid-19  di Posmat Bagan Asahan.

“15 tenaga kerja itu beradal dari beberapa kabupaten di Sumatera Utara, sedangkan dua TKI berasal dari Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara, mereka akan kita serahkan ke Imigrasi untuk proses lebih lanjut,” sebut Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory.

Menanggapi kejadian itu Panglima Komando Armada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, mengatakan  pengamanan 17 TKI ilegal tersebut menerapkan prosedur kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. 

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan serta upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19.

"Pimpinan TNI AL berkomitmen untuk memberantas  penyelundupan TKI tanpa dokumen, melalui  patroli, operasi intelijen maupun operasi laut  menggunakan KRI atau kapal jajaran. 

Koarmada I akan selalu mengawasi wilayah Selat Malaka yang kerap dijadikan jalur penyelundupan TKI, illegal fishing, narkoba dan komoditi illegal lain untuk masuk ke Indonesia,” demikian Pangkoarmada I.(*)

Baca juga: Demam Bunga Belum Pudar, Pria Kediri Ini Tukar Mobil Avanza dengan 2 Jenis Tanaman Hias

Baca juga: Tiba di Jakarta, Bagus Kahfi Bakal Ikut Pemusatan Latihan bersama Timnas U-19 Indonesia

Baca juga: Jelang Ditutup 20 November, Pendaftar BPUM di Langsa Capai 17 Ribu Orang

Baca juga: Rekan Setia Lionel Messi saat di Barcelona dan timnas Argentina, Javier Mascherano Pensiun

Baca juga: Fabio Quartararo Kecewa Gagal Jegal Joan Mir Juara MotoGP 2020

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved