Breaking News:

Berita Banda Aceh

Sikapi Kasus Gay dan Judi Online, DPRK Banda Aceh Minta Pemko Bentuk Tim Terpadu Penegakan Syariat

Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta Pemerintah Kota (Pemko) untuk membentuk tim terpadu penegakan syariat Islam di Banda Aceh...

For Serambinews.com
Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar memimpin pertemuan dengan Pemko setempat di Lantai III Ruang Rapat DPRK, Senin (16/11/2020). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh meminta Pemerintah Kota (Pemko) untuk membentuk tim terpadu penegakan syariat Islam di Banda Aceh.

Permintaan itu disampaikan dalam pertemuan lintas SKPK yang dihadiri Plt Sekdako, Muzakkir Tulot menyikapi maraknya judi online dan tertangkapnya pasangan gay (homoseksual) di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Pertemuan yang berlangsung di Lantai III Ruang Rapat DPRK, Senin (16/11/2020) dipimpin Ketua DPRK Farid Nyak Umar, didampingi Wakil Ketua I, Usman, diikuti oleh Ketua Komisi I, Musriadi Aswad, Ketua Komisi IV, Tati Meutia Asmara dan Anggota DPRK, Tuanku Muhammad, Syarifah Munira dan Husaini.

Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar menyampaikan bahwa rapat DPRK dengan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan pihaknya dengan MPU beberapa waktu lalu yang juga membahas masalah penyakit sosial.

Farid Nyak Umar menjelaskan pihaknya menyikapi serius persoalan judi online dan kasus homoseksual sehingga mengundang sepuluh pimpinan SKPK untuk merumuskan langkah kongkrit, terukur dan terintegrasi dalam penanganan dan penindakan terhadap persoalan itu.

“Ini untuk menyadarkan kita semua bahwa persoalan judi online dan persoalan homoseksual ini sangat serius sehingga semua pihak, baik pemko, DPRK, Polri, TNI, MPU serta stakeholder lainnya harus bergerak bersama dan terintegrasi. Sebab kewajiban penegakan syariat bukan hanya tanggung jawab Dinas Syariat Islam dan Satpol PP dan WH saja,” kata Farid.

Pada kesempatan itu Farid berharap semua intansi melakukan perannya masing-masing dalam melakukan penanganan terhadap perilaku menyimpang itu.

Ia mencontohkan seperti Dinas Syariat Islam, dapat memberdayakan para dai, khatib dan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) serta muhtasib di 90 gampong untuk melakukan sosialisasi kepada warga, di masjid, pusat keramaian, warkop dan cafe agar masyarakat memahami dan mengetahui hukum judi online dan dampak terhadap generasi muda serta bahaya perilaku homoseksual.

“Kemudian Dinas Pendidikan Dayah dapat memberdayakan pesantren/dayah, balai pengajian, majelis taklim, remaja masjid, untuk melakukan upaya-upaya sosialisasi secara maksimal. Begitu juga Diskomimfotik dapat melakukan upaya memutus mata rantai judi online dengan mengandeng pihak pihak kepolisian, tim ahli IT dan pihak terkait untuk bisa mengurangi permainan judi online,” ujar Farid Nyak Umar.

Halaman
12
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved