Breaking News:

Pemko Kebut Revitalisasi PDAM

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui PDAM Tirta Daroy terus mengebut pekerjaan revitalisasi proyek penjernihan air bersih

Editor: bakri
Pemko Kebut Revitalisasi PDAM
Serambinews.com
T NOVIZAL AIYUB, Direktur PDAM Tirta Daroy. (Serambinews.com/file)

* Awal Desember Ditargetkan Selesai

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh melalui PDAM Tirta Daroy terus mengebut pekerjaan revitalisasi proyek penjernihan air bersih. Ditargetkan proyek itu tuntas di awal Desember 2020, sekaligus menuntaskan persoalan air bersih di Kota Banda Aceh.

Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub mengatakan, pekerjaan revitalisasi proyek penjernihan air PDAM sudah hampir selesai. “Semoga tidak ada kendala lagi. Kami menargetkan distribusi air bersih kembali lancar pada awal Desember,” katanya kepada Serambi, Selasa (17/11/2020).

Ampon Yub--sapaan akrab Dirut PDAM Tirta Daroy--memahami keluhan pelanggan dampak dari proyek revitalisasi ini. Karenanya secara terbuka ia menyampaikan permohonan maaf atau terganggunya distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan.

Diterangkan, sejak dilakukan distribusi suplai air PDAM secara bergiliran dia terus menerima telepon dari para pelanggan, termasuk anggota DPRK, yang mempertanyakan kapan distribusi air bersih dari PDAM Tirta Daroy bisa kembali normal.

Keluhan seperti itu, kata Ampon Yub, sangat wajar karena memang air bersih merupakan kebutuhan masyarakat. Dijelaskan, ada empat bak penyaringan air baku yang sedang dikerjakan. Penyaringan dengan model seperti sarang lebah itu banyak digunakan oleh PDAM di kota-kota besar seperti DKI dan Surabaya, hasilnya sangat maksimal.

Untuk memasang penyaring model ini, kata Ampon Yub, membutuhkan waktu dan ketelitian yang tinggi, agar pada penyambungannya tidak terjadi kesalahan. “Kalau dikerjakan serampangan, bisa salah sambung, hasilnya jadi tidak maksimal, dan hasil penyaringannya tidak bersih dan higenis,” ujarnya.

“Alhamdulillah tiga bak penyaringan model sarang lebah itu sudah selesai dikerjakan. Dan saat dilakukan uji coba beberapa kali, produksi air yang dihasilkan lebih bening dari sebelum dipasangan penyaringan model itu,” tambah Ampon Yub.

Agar proyek revitalisasi berjalan maksimal dan tepat waktu, kata Dirut PDAM Tirta Daroy itu, Wali Kota Banda Aceh meminta dirinya dan Kadis PUPR Kota Banda Aceh untuk melakukan pengawasan langsung ke lokasi pengerjaan proyek dan melaporkan progresnya lengkap dengan video.

“Sistem pengawasan dan monitoring yang dilakukan Pak Wali Kota karena ia juga sangat tidak menginginkan pekerjaan revitalisasi PDAM Tirta Daroy ini berjalan lambat dan lelet,” ungkap Ampon Yub.

Ditambahkan, hingga Selasa (17/11/2020), dari laporan konsultan perencana dan pengawas, revitalisasi fisik proyek sudah mencapai 75 persen. Sisanya dijanjikan rekanan akan tuntas hingga akhir November ini. “Atas dasar itu kami memperkirakan distribusi air bersih kembali lancar pada awal Desember nanti,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin mengatakan, persoalan PDAM Tirta Daroy itu sekarang ini, bukan hanya menyelesaikan sistem penyaringan air baku naik dari 550 liter/detik menjadi 800-850 liter/detik air bersih yang bening dan heginis, tapi penyediaan air bakunya juga perlu dipikirkan.

Akibat karet bendungan karet kembali bocor, ungkap Jalaluddin, permukaan air baku di Lambaro menjadi turun. Konsekwnsi dari penurunan permukaan air baku di pintu air penyedotan air baku, menurut penjelasan Direktur Tehnik PDAM, Irwandi kepada kami, produksi air baku jadi turun sekitar 25 persen dari kondisi normal.

Untuk memberpaiki karet bendungan yang bocor itu, pihaknya pada Selasa (17/11/2020) Sore, menggelar pertemuan dengan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Djaya Sukarno dan tim teknis dari pusat. “Ada tiga kerusakan yang perlu segera diperbaiki agar bendung karet kembali berfungsi optimal,” terangnya.

Sementara pihak PDAM Tirta Daroy Banda Aceh dan PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, menyediakan bahan material yang mau diganti dan ditambal. “Rencana perbaikan bendungan karet yang bocor dan rusak itu, sudah disepakati dalam rapat, dan segera direalisasikan di lapangan dalam waktu dekat ini,” ujar Jalaluddin.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved