Breaking News:

Unsyiah dan ITK Kolaborasi dalam Pengembangan Riset

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sepakat untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan dan penguatan

FOTO HUMAS UNSYIAH
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, memperlihatkan naskah kerja sama seusai ditandatanganinya secara virtual dengan Rektor ITK, Prof Ir Budi Santosa MS PhD, Selasa (17/11/2020). 

BANDA ACEH - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sepakat untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan dan penguatan tridarma perguruan tinggi. Hal ini tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani secara virtual oleh Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng dan Rektor ITK, Prof Ir Budi Santosa MS PhD di dua lokasi berbeda, Banda Aceh dan Balikpapan, pada Selasa (17/11/2020).

Prof Budi mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan kebanggaan bagi pihaknya karena dapat bekerja sama dengan Unsyiah yang merupakan salah satu kampus tertua di Indonesia yang sudah mencapai banyak kemajuan. Salah satu yang ingin dipelajari pihaknya dari Unsyiah, sebut Rektor ITK, adalah pengembangan hasil riset dengan mengandalkan sumber daya lokal seperti minyak atsiri nilam.

Menurut Prof Budi, Unsyiah sudah berhasil membangkitkan kembali produk nilam sehingga dapat bersaing di pasaran. "Unsyiah berhasil mengembangkan hilirisasi dan industri nilam sehingga menghasilkan produk yang diterima di pasaran," ujarnya. Prof Budi juga berharap mahasiswa dan tenaga pengajar di kedua universitas tersebut dapat saling bekerja sama dan berkolaborasi demi memajukan pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, Prof Samsul Rizal menyambut baik kerja sama antara dua perguruan tinggi yang berada di ujung Sumatera dan Kalimantan ini. Ia ingin kerja sama ini dapat memberi keuntungan bagi bangsa dan negara, serta menghasilkan penelitian yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Salah satu bentuk kerja sama yang ditawarkan Unsyiah kepada ITK adalah pengembangan minyak atsiri dan riset kebencanaan.

Melalui Atsiri Research Center (ARC) dan Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), sambung Prof Samsul, Unsyiah akan membantu ITK mengembangkan penelitian dan keilmuan. Terlebih lagi, kedua pusat riset ini sudah diakui menjadi Pusat Unggulan IPTEK (PUI) binaan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). 

Menurut Rektor Unsyiah, Kalimantan memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman nilam maupun tanaman jenis lain yang menghasilkan minyak atsiri. Unsyiah, lanjutnya, siap untuk membantu penelitian terkait pengembangan komoditas tersebut.

"Beberapa penelitian atsiri yang sudah dilakukan oleh Unsyiah dapat diadaptasi dengan kondisi di Kalimantan," ujar Prof Samsul seperti disampaikan Kepala Humas Unsyiah, Chairil Munawir MT SE MM, dalam siaran pers kepada Serambi, Selasa (17/11/2020) sore.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved