Breaking News:

Berita Bireuen

Imum Mukim di Bireuen Pertanyakan Penundaan Musyawarah Almuslim

Musyawarah Almuslim ke IX tahun 2020 ini seharusnya dilaksanakan Sabtu (21/11/2020) karena masa jabatan pengurus lama sudah berakhir.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Basri Daud, Imum Mukim Bugak 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Penyelenggaraan musyawarah Almuslim ke IX tahun 2020 yang seharusnya  dilaksanakan Sabtu (21/11/2020)  karena masa jabatan pengurus lama sudah berakhir kemudian ditunda berdasarkan surat dari ketua pembina yayasan, penundaan tersebut  dipertanyakan para mukim dari empat kecamatan di wilayah Peusangan.

Basri M Daud, Imum Mukim Bugak, Jangka mewakili imum mukim lainnya kepada Serambinews.com, Kamis (19/11/2020) mengatakan, keluarnya surat penundaan dari ketua yayasan tentang penundaan musyawarah tidak dapat diterima oleh para mukim serta perwakilan keuchik dari Kecamatan Peusangan, Selatan, Peusangan Siblah Krueng dan Jangka yang merupakan kecamatan pemekaran dari Peusangan.

“Kami menyatakan tidak dapat menerima keputusan penundaan tersebut, karena menurut kami cacat hukum,” ujar Basri.

Alasan utama kata Basri,  masa bakti kepengurusan Yayasan Almuslim akan berakhir tanggal 21 Nov 2020 sesuai mandat yang diberikan masyarakat dari empat kecamatan dimaksudkan dalam musyawarah ke VIII tahun 2015 lalu.

Basri menambahkan, para perwakilan mukim juga sudah mendatangi kantor yayasan untuk menemui pembina serta ketua yayasan guna menyampaikan sebuah petisi terkait sikap, namun hingga saat ini belum diperoleh informasi menyangkut alasan penundaan.

“Kami minta pelaksanaan musyawarah disegerakan oleh pengurus dan pembina tepat waktu, sebelum masa jabatan 2015-2020 berakhir beserta pertanggung jawaban yang jelas dan transparan dengan kaedah hukum pengelolaan, keuangan sebuah organisasi,” ujar Basri.

Jika kewajiban pengurus priode 2015-2020 tidak dapat mempertanggungjawabkan, maka akan segera ditempuh melalui jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Keuchik Matang Mesjid, Abdurrahman Daud mengatakan, pembina bukanlah pemilik dari yayasan, pemilik yayasan adalah masyarakat dari empat kecamatan, maka perlu segera dilakukan musyawarah karena pengurus lama akan berakhir 21 November.

Ketua pembina Yayasan, Drs Anwar Idris yang ingin dikonfirmasi Serambinews.com menyangkut penundaan tersebut hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (19/11/2020) belum tersambung, dua nomor HP miliknya yang dihubungi belum aktif.

Sementara itu, ketua yayasan Almuslim periode 2015-2020, H Yusri Abdullah S Sos kepada Serambinews.com mengatakan, pihaknya sedang.melakukan langkah untuk mencari jalan terbaik.

“Penundaan memang tidak baik dan kami sedang melakukan negoisasi untuk mencari waktu yang tepat karena pengurus lama segera berakhir,” ujarnya.

Menjawab Serambinews.com menyangkut alasan penundaan, menurut sepengetahuan Yusri laporan pertanggungjawaban sedang disusun panitia dan belum rampung dan ada beberapa hal lainnya sedang dibahas.

Saat ini kata Yusri, ia sedang melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari waktu yang tepat melaksanakan musyawarah, karena masa tugas kepengurusan lama berakhir, Sabtu (21/11/2020.(*)

Baca juga: Cari Perampok Toko Emas, Polisi akan Kuras Rawa-rawa tempat Pelaku Menghilang, Lokasi Dijaga 24 Jam

Baca juga: Mendagri Terbitkan Instruksi Tentang Protokol Kesehatan, Kepala Daerah tak Patuh Akan Dikenai Sanksi

Baca juga: Gara-gara Eks Lahan HGU PT CA Belum Dibagikan kepada Masyarakat, Bupati Abdya Digugat ke Pengadilan

Baca juga: Parah! Gara-gara Game Chip Domino, Suami Utang ke Mertua dan Rekayasa Perampokan, Istri Gugat Cerai

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved