Rabu, 13 Mei 2026

Keputusan Libur Panjang Tergantung Kedisiplinan Masyarakat

Terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan, keputusan penetapan libur panjang pada akhir tahun

Tayang:
Editor: bakri
Dok. BNPB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito 

Terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan, keputusan penetapan libur panjang pada akhir tahun ini oleh pemerintah berdasarkan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. Hal itu disampaikan Wiku menanggapi libur panjang akhir tahun 2020 yang berpotensi membuat kasus Covid-19 melonjak.

"Jadi, keputusan terkait libur panjang walaupun ditentukan oleh pemerintah, namun prinsipnya sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi prokes (protokol kesehatan) 3M, terutama di masa-masa liburan," kata Wiku lewat kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (19/11/2020). "Bila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan sehingga kasus Covid-19 meningkat, maka tentu ada konsekuensi terhadap keputusan yang diambil pemerintah terkait masa libur akhir tahun nanti," ungkapnya.

Wiku menambahkan, pemerintah tentunya belajar dari pengalaman saat liburan yang sudah terjadi di masa Covid-19. Hal tersebut, lanjut Wiku, menjadi pembelajaran bersama untuk menghadapi aktivitas liburan di masa yang akan datang. "Dan terlepas dari diberlakukan, dipersingkat, atau ditiadakan libur akhir tahun ini, keputusan yang diambil pemerintah tentu dalam upaya melindungi masyarakat dari potensi penularan Covid-19. Ingat, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi," ucap Wiku.

Adapun jumlah kasus di tiga daerah di Provinsi Banten meningkat dua pekan terakhir. Peningkatan ditandai dengan berubahnya zona penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Pandeglang. Per 16 November 2020, Kota Cilegon dari zona oranye berubah jadi merah, Kabupaten Tangerang dan Pandeglang dari zona kuning ke zona oranye.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Hastuti, mengatakan, dari hasil penilaian satgas dalam dua pekan terdapat peningkatan kasus di tiga daerah. Ati menyebutkan, peningkatan kasus Covid-19 merupakan dampak dari libur panjang akhir bulan Oktober 2020 lalu dan terjadi penurunan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan. "Dampak dari Libur panjang yang kurang disiplin protokol kesehatan," kata Ati kepada wartawan. (kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved