Breaking News:

Berita Internasional

Kedua Orangtua Meninggal karena Covid-19, Balita Ini Ingin jadi Malaikat, Alasannya Bikin Terenyuh

Bocah tersebut harus menjadi yatim piatu saat masih kecil lantaran kehilangan kedua orangtuanya dalam tempo waktu 100 hari.

Via Mirror.co.uk
Adan (33 tahun) dan Mariah Gonzales (29 tahun) meninggal dalam waktu 100 hari karena virus corona. (Via Mirror.co.uk) 

SERAMBINEWS.COM - Nasib menyedihkan menimpa seorang anak laki-laki yang masih balita atau tepatnya berusia 4 tahun.

Bocah tersebut harus menjadi yatim piatu saat masih kecil lantaran kehilangan kedua orangtuanya dalam tempo waktu 100 hari.

Raiden Gonzalez kecil pertama kehilangan ayahnya, Adan (33 tahun), pada Juni 2020 lalu, karena terpapar Covid-19.

Ironisnya, tiga bulan kemudian atau Oktober 2020, sang ibu yang berusia 29 tahun, Mariah, juga meninggal karena virus yang bermula dari Kota Wuhan, Cina tersebut.

Kemudian dalam persiapan ulang tahun Gonzalez ke-5 pada 28 November 2020 mendatang, anak laki-laki itu mengatakan kepada bibi buyutnya bahwa ia ingin menjadi malaikat agar bisa berkumpul bersama dengan kedua orangtuanya.

Baca juga: 9 Desember Seluruh Anak Usia Sekolah di Aceh Pakai Masker Serentak, Pemerintah Canangkan GEMAS

Baca juga: Babinsa Koramil Indrapuri Gelar Karya Bakti di Desa Manggra, Ini yang Dilakukan

Baca juga: Saat Membuka Kejurda Tahun 2020, Ketua KONI Aceh Harap Cabang Atletik Boyong Dua Emas PON Papua

Berbicara kepada CNN di AS, bibi buyutnya, Margie Bryant yang dengan penuh kasih dan yang ia juga panggil nenek mengatakan kepada Raiden bahwa covid sudah mengambil ayahnya.

Margie pergi ke Antonia, Texas di mana bocah itu tinggal segera setelah dia mendengar berita kematian ayah anak itu dan dialah yang menyampaikan berita kematian ibunya kepada anak itu.

"Dan sedih mendengar dia mengatakan itu, tapi dia berkata, 'Ayahku adalah malaikat di langit, dia ada di awan,' dan begitulah cara dia mencatatnya dalam pikirannya setiap kali orang bertanya kepadanya,” ujar Margie.

“Dia sangat pintar. Dia memiliki tawa paling menular. Hati saya hancur menjadi orang yang menyampaikan berita ini kepadanya tentang ibunya, Mariah," lanjut Margie Bryant seperti yang dilansir dari Mirror pada Rabu (18/11/2020).

“Aku mengatakan kepadanya, 'alasan kamu tidak melihat Mommy dalam beberapa hari terakhir adalah karena Mommy benar-benar sakit, dan Mommy adalah malaikat di langit sekarang'."

Baca juga: Warga Sorot Pembangunan Gedung Pemuda yang Terbengkalai, Keuchik Beri Jawaban Mengejutkan

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Jalani Perawatan Dominan dari Kelompok Orang Tanpa Gejala

Baca juga: Tersandung Narkoba, TPK Kabur dari Desa dan Telantarkan Proyek Kantor Pemuda, Keuchik Lapor Polisi

Kemudian, dia tidak bisa dihibur setelah itu. “Dia berkata kepada saya, 'Saya ingin menjadi malaikat di awan bersama Ibu dan Ayah saya'," ungkap Bryant menirukan perkataan anak laki-laki berusia 4 tahun itu yang kehilangan orangtuanya dalam tempo 100 hari.

“Tetapi saya berkata, 'Tidak, kita bahkan tidak ingin membicarakan itu, karena ketahuilah bahwa mereka ada di mana-mana, mereka mengawasimu'," ucap Margie kepada Gonzalez kecil.

Keluarga anak itu berusaha mengadakan parade bertema dinosaurus pada Kamis (28/11/2020) mendatang, untuk merayakan ulang tahun kelima bocah itu.

Dinas pemadam kebakaran setempat, penghibur Batman, klub truk monster, klub sepeda motor dan klub mobil klasik, semuanya akan berpartisipasi.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bocah 4 Tahun Ini Ingin jadi Malaikat Setelah dalam 100 Hari Kedua Orangtuanya Meninggal karena Covid-19 "

Editor: Saifullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved