Murid SD Meninggal Tenggelam di Sungai
Muhammad Al Habizi (8), murid kelas II SD Negeri Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Sabtu (21/11/2020)
BIREUEN - Muhammad Al Habizi (8), murid kelas II SD Negeri Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Sabtu (21/11/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, tenggelam dibawa arus saat sedang mandi di Krueng Peusangan, kawasan Desa Alue Limeng, kecamatan yang sama. Pada Minggu (22/11/2020) pagi sekitar pukul 06.05 WIB, anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Amrizal (25) dan Idawati (30), ini ditemukan meninggal dunia di aliran sungai tersebut, kawasan Alue Badeuk, Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen.
Menurut warga, korban bersama empat teman sebayanya seusai pulang sekolah pergi ke kawasan itu untuk melihat alat berat yang sedang mengeruk pasir di sungai tersebut. Setibanya di lokasi, dua orang dari mereke hanya berdiri di pinggir sungai. Sedangkan korban bersama Fikri (6) rencananya akan mandi. Ternyata, Muhammad Al Habizi langsung membuka baju dan mandi. Sementara Fikri masih melihat-lihat
Ketika Fikri hendak mandi, ia melihat korban dibawa arus. Karena ketakutan, Fikri langsung lari pulang ke rumah. Sementara dua teman mereka sudah pulang lebih dulu atau sebelum Muhammad Al Habizi terseret arus. Ketika sampai di rumah, Fikri tidak memberitahukan kejadian itu kepada orang tuanya. Beberapa saat kemudian, ia tiba-tiba menangis dan saat ditanyakan ibunya baru Fikri memberitahu bahwa temannya Muhammad Al Habizi sudah tenggelam di sungai.
Keuchik Alue Limeng, M Yusuf, mengatakan, informasi itu segera menyebar ke masyarakat. Tak lama kemudian, menurutnya, puluhan warga langsung berusaha mencari korban. “Ada yang menyelam, ada yang menggunakan ban mobil, dan ada juga memakai jala. Mereka menyisir sungai yang arusnya cukup deras,” ungkap M Yusuf. Sementara ayah korban, Amrizal, yang saat itu sedang berada di kebun, tambah Keuchik, setelah diberitahukan warga langsung ke lokasi untuk ikut mencari anaknya bersama puluhan orang lainnya.
Tak lama kemudian, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR Bireuen, juga tiba di lokasi untuk mencari korban. Hingga menjelang Magrib, Sabtu (21/11/2020), korban belum juga ditemukan. "Karena sudah malam dan hujan deras, pencarian korban tenggelam dihentikan sementara dan akan kita lanjutkan besok (Minggu-red)," ujar Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat SH SIK MSi, didampingi Kapol Subsektor Jeumpa, Ipda Mukhtar kepada Serambi, Sabtu (21/11/2020) malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Belum sempat tim BPBD dan SAR bersama melanjutkan pencarian, pada Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 06.05 WIB, Muhammad Al Habizi, ditemukan oleh Zakaria Abubakar (50), warga Simpang Jaya yang bekerja sebagai penjaga SMPN 5 Juli, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di aliran sungai yang sama, kawasan Alue Badeuk, Gampong Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen.
Jasad Korban Tersangkut di Semak-semak
Zakaria Abubakar (50), penemu jasad Muhamad Al Habizi, murid kelas II SDN Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, yang tenggelam di Krueng Peusangan, kawasan desa tersebut, kepada
Serambi, Minggu (22/11/2020), mengatakan, sejak mendapat informasi Muhammad Al Habizi tenggelam, ia sudah berniat ikut mencari, apalagi korban masih merupakan keluarga dekatnya. “Setelah shalat Subuh tadi (kemarin-red), saya berangkat ke sungai dengan niat membantu mencari korban,” ujar Zakaria yang tercatat sebagai warga Simpang Jaya, Kecamatan Juli, Bireuen.
Ia bergerak sekitar 50 meter arah utara jembatan jalan utama Simpang Jaya yang tidak begitu jauh dari rumahnya. Sesampai di pinggir sungai kawasan Alue Badeuk, Zakaria melihat bocah tersangkut di semak-semak. "Setelah itu langsung saya gendong jasad bocah tersebut dan saya bawa pulang ke rumah. Kemudian baru saya beritahukan kepada teungku imum," jelas Zakaria didampingi Kapolsek Kota Juang, Iptu Yusroni, dan Imum Mukim Juli Selatan, Zainuddin.
Zakaria yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga SMPN 5 Juli, menambahkan, lokasi dirinya menemukan jenazah Muhammad Al Habizi berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi ia tenggelam. Imum Mukim Juli Selatan, Zainuddin, mengatakan, sesuai adat di gampong wilayah aliran Krueng Peusangan, jenazah korban tenggelam terlebih dulu disemayamkan dan di-fardhukifayah-kan di rumah orang yang menemukan. Setelah itu, tambah Zainuddin, baru dibawa pulang ke rumahnya untuk dikebumikan,
Keuchik Alue Limeng, M Yusuf Daud, menambahkan, jenazah korban dijemput ke Simpang Jaya dengan ambulans pos siaga SAR Biredan kemudian dibawa pulang ke rumahnya. Jenazah Muhammad Al Habizi, kemarin, dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gampong Alue Limeng. (yus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bocah-tenggelam-di-krueng-peusangan.jpg)