Breaking News:

Kupi Beungoh

Menyusuri Jejak Bung Karno di Ende

"Ende merupakan kota bersejarah bagi bangsa ini. Hal ini tidak lepas dari kisah pengasingan sang proklamator, Bung Karno pada kurun waktu 1934-1938."

For Serambinews.com
Hizqil Apandi di Ende, Flores, tempat pengasingan Bung Karno. 

Presiden pertama RI, Soekarno pernah diasingkan Belanda ke sebuah kawasan bernama Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Karena begitu asingnya tempat itu, sampai-sampai istri tercintanya, Ibu Inggit tak tahu di mana. Pada 22-23 November 2020, Ketua Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Aceh, Hizqil Apandi, S.Pd yang juga mantan ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh mengunjungi tempat bersejarah itu dan mengirimkan laporannya untuk Serambinews.com.

SETELAH menempuh perjalanan panjang selama 30 jam dari Banda Aceh–Jakarta-Kupang–Tambolaka, akhirnya pada pukul 16.40 WITA, 22 November 2020, pesawat Wings Air yang membawa rombongan mendarat di Bandara H Hasan Aroeboesman di Kota Ende-Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedatangan kami ke Ende membawa misi pembudayaan Pancasila yang difasilitasi oleh BPIP. Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan ini mewakili Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Aceh.

Ende merupakan sebuah kota bersejarah bagi bangsa ini. Hal ini tidak lepas dari kisah pengasingan sang proklamator, Bung Karno pada kurun waktu 1934-1938.

Begitu banyak kisah yang ditorehkan Bung Karno di kota ini. Selain wisata sejarahnya yang menggetarkan jiwa, Ende sudah lama dikenal memiliki wisata alam yang sangat indah. Wisata alam Danau Kelimutu yang berada sekitar 55 km dari Kota Ende sudah lama terkenal sampai mancanegara. Keindahan alam Danau Kelimutu ini menjadikannya sebagai destinasi utama pariwisata di Ende.

Memang, bukan Bung Karno namanya kalau beliau berhenti menentang penjajahan Belanda. Setelah dijebloskan ke penjara Banceuy dan Sukamiskin di Bandung, pengaruh Soekarno justru semakin besar. Setelah bebas dari penjara,  spirit perjuangannya semakin luas menginspirasi kawan-kawan seperjuangannya.

Guna membungkam pengaruhnya, Bung Karno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke suatu tempat yang cukup jauh. Kota itu bernama Ende, sebuah tempat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Konon, ketika Gubernur Jenderal De Jonge memutuskan Soekarno dibuang ke Ende, Seokarno segera menyampaikan hal tersebut kepada ibu Inggit, istri tercintanya.

Baca juga: MISTERI Artis ST & MA yang Terciduk Prostitusi Terjawab, Ini Penampakan Wajah Menunduk

Lalu ibu Inggit dengan yakin menjawab “aku akan ikut denganmu walau sampai ke dasar lautan”. Tapi ibu Inggit juga kebingunan.  “Kus (Soekarno) Ende itu di mana”. Pertanyaan ini mengindikasikan bahwa Ende bukanlah tempat yang familiar untuk keluarga ini. 

Butuh waktu sekitar 8 hari bagi Bung Karno dan keluarga untuk mencapai Kota Ende dari Surabaya.

Halaman
1234
Editor: Nasir Nurdin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved