Breaking News:

Salam

Joe Biden Mulai Mendapat Pujian

Pekan ini, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, setidaknya memperlihatkan dua sikap dan pikiran menarik kepada dunia

AFP / GETTY IMAGES AMERICA UTARA
Presiden terpilih AS Joe Biden, Senin (23/11/2020) mengumumkan Ketua Federal Reserve Janet Yellen Sebagai Kepala Departemen Keuangan AS, Linda Thomas-Greenfield sebagia Duta Besar PBB, Avril Haines sebagai Direktur Intelijen Nasional, Antony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri, Alejandro Mayorkas sebagai Sekretaris Keamanan Dalam Negeri dan John Kerry sebagai Utusan Presiden Khusus untuk Iklim. 

Pekan ini, Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Joe Biden, setidaknya memperlihatkan dua sikap dan pikiran menarik kepada dunia. Pertama tentang susunan kabinet serta staf Gedung Putih yang sangat mencengangkan banyak orang. Kedua, tentang imbauannya kepada warga AS dalam menyambut liburan panjang akhir tahun di tengah perang melawan Corona.

Yang sangat mengejutkan kita di akhir pekan ini adalah ketika Biden menunjuk seorang perempuan keturunan Palestina sebagai salah satu pejabat penting di Gedung Putih. Adalah Reema Dodinher yang dipercaya Biden menduduki jabatan sebagai Wakil Direktur Urusan Hukum Gedung Putih. Selama ini dia bekerja menjadi staf di Kongres AS di Capitol Hill.

Keluarga Reema berasal dari Dura, dekat kota Hebron, Tepi Barat, yang diduduki Israel. Orang tuanya adalah warga Yordania dan Palestina yang memutuskan pindah ke AS.

Reema Dodinher adalah lulusan University of California, Berkeley dan University of Illinois,  Urbana‑Champaign. Dia lalu menjadi kepala staf Senator asal Illinois, Dick Durbin. Reema mulanya magang dari sekolah hukum di kantor Durbin 14 tahun lalu. Kini berkembang menjadi salah satu staf terkemuka di Capitol Hill.

"Penduduk Amerika sangat ingin melihat pemerintahan segera bekerja, dan penunjukan hari ini membantu mewujudkan agenda kami yakni memastikan seluruh warga AS mendapat kesempatan yang sama. Dan, dalam pemerintahan ini, kami membuka pintu selebar‑lebarnya terhadap Kongres dan tim kami untuk memastikan seluruh pandangan terwakili di Gedung Putih," kata Biden.

Setelaj Biden mengumumkan kabinet dan pejabat Gedung Putih, kalangan pengamat politik di AS mengatakan  pilihan Biden menunjukkan bahwa Presiden terpilih AS itu ingin memenuhi dua janji kampanyenya yang utama – untuk menyusun pemerintahan yang beragam dan untuk memilih pemimpin pragmatis yang siap untuk memerintah – sambil memasukkan jarum politik yang unik untuk tahun 2020.

Seperti yang ditulis Melanie Mason, kemenangannya dimungkinkan oleh kelompok blok suara yang sangat beragam, jadi dia tidak dapat mengingkari janji kampanyenya untuk menunjuk orang kulit berwarna dan wanita untuk menduduki jabatan puncak. Dia menghadapi ketegangan di partainya sendiri – kaum progresif menuntut calon kabinet tanpa ikatan korporat, sementara Demokrat moderat menolak tarikan ke kiri, Evan Halper dan Janet Hook melaporkan.

Hal menarik kedua, Joe Biden mengingatkan bahwa Amerika kini sedang berperang melawan virus Corona. Karenanya, Biden mendesak orang‑orang untuk melupakan tradisi liburan yang berisiko tinggi, karena kasus virus Corona terus meningkat di AS. "Saya percaya Anda selalu pantas mendengar kebenaran dari presiden Anda. Kita harus memperlambat pertumbuhan virus Corona ini. Kita berutang kepada para dokter dan perawat serta pekerja garis depan. Kita berutang kepada sesama warga kita."

Bidan berusaha memberi pemahaman serius kepada warga AS, bahkan kita semua, bahwa Covid‑19 sudah membuat kita kesakitan, kehilangan, frustrasi, dan menelan banyak nyawa. Amerika Serikat adalah negara dengan serangan virus Corona terbanyak di dunia. Catatan terakhir ada sekitar 10 juta warga AS yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona, termasuk Presiden Donald Trump. AS juga tercatat sebagai negara dengan korban virus Corona terbanyak di dunia, mencapai lebih 230.000 orang meninggal.

Saat kampanye, Biden mengatakan ingin membuat program pelacakan kontak nasional, mendirikan setidaknya 10 pusat pengujian di setiap negara bagian, dan menyediakan pengujian virus corona gratis untuk semua warga. Dia mendukung mandat pemakaian masker nasional, yang mengharuskan masker dikenakan di gedung‑gedung pemerintahan federal.

Terkait peringatan mengenai libur panjang akhir tahun ini, Pemerintah Indonesia juga sudah mengeluarkan nasihat yang sama, yakni membatasi aktivitas perjalanan. Sebab, ternyata pada saat liburan banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Akibatnya, usai liburan angka kasus infeksi Corona melonjak tajam. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved