Breaking News:

Melalui Dana CSR BRI, Kuala Busuk Berubah Jadi Kuala Wangi

Kuala Busuk yang berlokasi di Gampong Pasar, Ke­camatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan yang dulunya dikenal dengan jorok dan kotor

Editor: bakri
Serambinews.com
Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran bersama Kepala Cabang BRI Tapaktuan, Jamali meresmikan Kuala Wangi Tapaktuan, Jumat (28/11/2020). 

TAPAKTUAN - Kuala Busuk yang berlokasi di Gampong Pasar, Ke­camatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan yang dulunya dikenal dengan jorok dan kotor, kini sudah berubah menjadi bersih, indah dan tertata. Perubahan ini terjadi berkat adanya pembangunan konservasi yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) Unit BRI Cabang BRI Tapaktuan pada tahun 2020.

“Pembangunan konservasi Kuala Wangi (dulunya Kuala Busuk) merupakan program CSR BRI unit BRI Cabang Tapaktuan yang diren­canakan pada tahun 2020 diarah­kan ke konservasi kawasan Sungai Kuala Wangi,” kata Kepala Cabang BRI Tapaktuan, Jamali pada acara peresmian dan serahterima kepa­da Pemkab Aceh Selatan, Jumat (28/11/2020).

Jamali juga menjelaskan, mak­sud tujuan diarahkan dana CSR itu ke Kuala Wangi karena sungai terse­but yang sebelumnya dijuluki dengan Kuala Busuk identik dengan kesan jorok dan kotor. Oleh karena itu, pihak BRI berusaha untuk mencip­takan suasana yang lebih enak dan nyaman dan lebih indah kedenga­rannya dan mengganti nama menjadi Kuala Wangi.

“Adapun dana pembangunan ini bersumber dari dana CRS BRI tahun 2020 sebesar Rp 500 Juta Rupiah.

Sebenarnya penyerahan se­cara ceremonial sudah dilakukan pada bulan Juni 2020, disebabkan karena kondisi Pandemi maka peker­jaan baru bisa dilaksanakan pada bulan Juli 2020,” paparnya.

Saat ini, lanjut Jamali, pekerjaan sudah selesai dibangun 100% dan pada Jumat (27/11/2020) dilakukan serah terima sekaligus penandatanga­nan berita acara serah terima kepada Pemkab Aceh. “Alhamdulillah pada hari ini Jumat 27 bulan November tahun 2020 pekerjaan sudah sele­sai dibangun 100% dan pada hari ini juga dilakukan serah terima sekaligus penandatanganan berita acara serah terima kepada Pemkab Aceh Selatan,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Se­latan, Tgk Amran dalam sambutannya pada acara peresmian konservasi ka­wasan Sungai Kuala Wangi Tapaktuan itu mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI yang telah melakukan pem­bangunan dalam upaya pengindahan Kota Tapaktuan.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh pihak BRI dapat mem­berikan manfaat dan keindahan serta merubah sedikit wajah Kota Tapak­tuan. Kepada Direktur Manejemen Resiko BRI, Bapak Agus Sudiarto kami mengucapkan terima kasih dan mudah-mudahan ke depan kerjasa­ma ini akan lebih baik lagi dari pada hari ini,” kata Bupati Tgk Amran.

Direktur Manejemen Resiko BRI, Agus Sudiarto mengucapan ter­ima kasih kepada Pemerintah Aceh Selatan yang telah bekerja sama dan menerima apa yang telah dibangun oleh BRI. “Dimana maksud dan tu­juan pembangunan yang dilakukan ini adalah untuk keindahan Kota Tapaktuan melalui konservasi Kuala wangi,” ungkapnya.

Ia berharap apa yang di BRI ini memberikan manfaat kepada warga masyarakat Kabupaten Aceh Selatan. Diakhir sambutannya, Agus Sudiarto sekaligus meresmikan se­cara virtual pembangunan konser­vasi Sungai Kuala Wangi Kabupaten Aceh Selatan. Selesai acara dilanjut­kan dengan peninjauan lokasi pem­bangunan di daerah ruang terbuka Taman Pala Tapaktuan.(HAS)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved