Breaking News:

Ribuan Gram Sabu Diblender

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, memblender ribuan gram sabu-sabu dan pil ekstasi, Jumat (27/11/2020) siang

SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Heru Pranoto bersama pihak Direktorat Narkoba Polda Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh, BPOM Banda Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, memusnahkan narkotika sabu-sabu dan ekstasi dengan cara diblender di depan Kantor BNNP Aceh, Jumat (27/11/2020). 

BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, memblender ribuan gram sabu-sabu dan pil ekstasi, Jumat (27/11/2020) siang. Proses tersebut berlangsung pada pemusnahan barang bukti narkotika golongan I yang dilaksanakan di halaman Kantor BNNP Aceh.

Barang haram itu disita dari tiga orang tersangka yang ikut dihadirkan saat pembasmian seluruh barang haram tersebut. Ribuan gram sabu yang diblender itu sebanyak 8.291,02 gram atau lebih 8 kilogram. Begitu juga pil ekstasi yang diblender dan terdiri dari dua warna itu, yakni hijau dan cokelat, sebanyak 3.447,77 gram atau lebih dari 3,4 kilogram.

Selain itu ada 2.677,6 gram atau lebih 2 kilogram ganja yang dimusnahkan pada saat itu dengan cara dibakar. Sabu-sabu dan ekstasi yang diblender dengan cara dicampur menggunakan alkohol tersebut selanjutnya dibuang ke dalam parit setelah mencair.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Heru Pranoto MSi mengatakan, pemusnahan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu, ekstasi dan ganja itu hasil pengungkapan jaringan Aceh yang dilakukan Bidang Pemberantasan BNNP Aceh bersama Tim Direktorat Narkoba Polda Aceh.

"Pemusnahan barang bukti narkotika ini sebagai wujud transparansi dan pertanggungjawaban BNN kepada publik," kata Brigjen Heru.

Di samping itu sesuai dengan amanat Pasal 91 ayat 2, ayat 3, ayat 4, ayat 5 dan pasal 92 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, yaitu barang sitaan narkotika dan prekursor narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan.

"Hal ini juga menunjukkan komitmen kita bersama menyatakan perang terhadap narkotika. Harapan kami ini mendapat dukungan dari semua masyarakat dan kalangan untuk membebaskan Aceh dari semua jenis narkotika," kata Kepala BNNP Aceh ini.

Ia pun menyatakan akan terus memerangi narkoba sampai ke akar-akarnya.

Pada pemusnahan itu, ikut hadir Wadir Narkoba Polda Aceh, dari Kejaksaan Tinggi Aceh, BPOM Banda Aceh, Dinas Kesehatan Aceh, dan kuasa hukum para tersangka.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol Drs Heru Pranoto MSi juga menjelaskan, dari pemusnahan seluruh barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 8.291,02 gram, pil ekstasi seberat 3.447,77 gram serta ganja seberat 2.677,6 gram sebanyak 46.207 manusia terselamatkan. Artinya, kalau barang-barang itu lolos dari penyergapan petugas, maka puluhan ribu nyawa manusia dalam ancaman narkoba. Kalau dirincikan, dari 8.382,52 gram sabu yang dimusnahkan, terselamatkan 33.530 orang dengan asumsi 1 gram sabu-sabu itu merusak 4 orang. Lalu dari sebanyak 3.352,02 gram pil ekstasi atau 10.000 butir yang dimusnahkan, masyarakat yang dapat diselamatkan sebanyak 10.000 orang dengan asumsi 1 butir merusak 1 orang. Lalu ganja sebanyak 2.677,6 gram yang dimusnahkan, ada 2.677,6 orang yang dapat terselamatkan. Kalau diasumsikan 1 gram ganja merusak 1 orang.

Di samping itu asumsi uang masyarakat yang terselamatkan dari pemusnahan barang bukti itu, dari jenis sabu-sabu kurang lebih sebesar Rp 10 miliar , dengan asumsi 1 gram seharga Rp. 1,2 juta. Kemudian dari 3.352,02 gram pil ekstasi atau sejumlah 10.000 butir yang dimusnahkan, uang masyarakat yang terselamatkan sebanyak Rp. 2, 5 miliar dengan asumsi 1 butir seharga Rp 250 ribu serta ganja sebanyak 2.677,6 gram yang dimusnahkan, uang masyarakat yang dapat diselamatkan sebanyak Rp. 13.388.000, dengan asumsi 1 kg seharga Rp 5 juta.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved