Breaking News:

Kesehatan

16 Tanda dan Gejala Tubuh Kekurangan Zat Besi, Mulai Kuku Rapuh Hingga Sulit Fokus

Kekurangan zat besi menyebabkan kekurangan hemoglobin dalam sel, membuatnya kurang efisien memasok oksigen, sehingga menyebabkan seseorang anemia.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Fizkes
Ilustrasi seorang wanita yang sulit berkonsentrasi 

SERAMBINEWS.COM - Tubuh kita membutuhkan zat besi untuk membuat sel darah merah yang sehat sehingga dapat membantu pengangkutan oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh lainnya.

Zat besi adalah nutrisi penting dalam pembuatan hemoglobin, protein yang ditemukan dalam sel darah merah yang memungkinkan transportasi oksigen ke seluruh tubuh.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kekurangan hemoglobin dalam sel, membuatnya kurang efisien untuk memasok oksigen, sehingga menyebabkan seseorang mengalami kondisi yang disebut anemia.

Apa Itu Kekurangan Zat Besi?

Kekurangan zat besi adalah suatu kondisi di mana keseimbangan antara asupan zat besi, zat besi yang disimpan dan kehilangan zat besi oleh tubuh terganggu sehingga berdampak pada produksi sel darah merah yang sehat.

Secara sederhana, kekurangan zat besi disebabkan terutama karena tiga alasan: konsumsi zat besi yang tidak mencukupi, penurunan penyerapan zat besi oleh tubuh dan kehilangan darah dari tubuh.

Zat besi adalah mineral penting yang membantu dalam produksi sel darah merah.

Baca juga: Ternyata, Terong Bermanfaat Hindari Penyakit Pencernaan dan Kembung, Ini Cara Mengolahnya

Banyak faktor penyebab kekurangan zat besi seperti jenis kelamin, usia dan status sosial ekonomi.

Namun, hal ini umumnya terlihat pada orang yang kurang mengonsumsi makanan berbasis zat besi, memiliki kecenderungan menurun untuk menyerap zat besi atau memiliki kebutuhan zat besi yang lebih sistematis (selama kehamilan).

Apa yang Terjadi Pada Tubuh Kita Jika Kekurangan Zat Besi?

Kekurangan zat besi sering terjadi pada anak-anak dan wanita berusia 15-44 tahun.

Sekitar 10-20 persen wanita mengalami anemia di negara maju selama masa pubertas.

Anak-anak dengan defisiensi zat besi berisiko lebih tinggi mengalami gangguan terkait kemampuan belajar.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved