Jumat, 22 Mei 2026

Air Sungai Merah Hebohkan Warga

Air sungai di Desa Kumbang, Kemukiman Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, Minggu (29/11/2020)

Tayang:
Editor: hasyim
Kolase Serambinews.com
Heboh air sungai tiba-tiba berubah merah di Desa Kumbang, Kemukiman Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie, Minggu (29/11/2020) sore 

BANDA ACEH - Air sungai di Desa Kumbang, Kemukiman Trueng Campli, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, Minggu (29/11/2020) sore, tiba-tiba berubah warnanya menjadi merah. Pemandangan langka itu langsung heboh di kawasan itu. Warga pun ramai-ramai melihat air sungai. Karena penasaran, banyak warga yang mengabadikan kejadian tak biasa menjelang shalat Ashar, itu menggunakan kamera ponsel masing-masing.

Akmaluddin Arsyad, warga setempat, kepada Serambi, kemarin mengatakan, kabar air sungai berubah menjadi merah dengan cepat menyebar ke warga gampong. Sebab,  foto dan video air tersebut langsung beredar di grup WhatsApp (MA) dan media sosial lainnya. “Ramai sekali warga yang melihat air sungai yang berubah warnanya menjadi merah. Sebab, sebelumnya belum pernah terjadi,” kata Akmaluddin yang turut mengirim video tersebut kepada Serambi, Minggu (29/11/2020).

Menurut Akmaluddin, warga sudah coba mencari tahu dari mana sumber air sungai berubah menjadi merah dengan menelusuri hulu sungai. Bahkan, masyarakat menghubungi warga gampong tetangga di hulu sungai untuk mencari tahu sumber air tersebut. “Akibat air sungai berubah merah, anggota Polsek Glumpang Baro juga turun ke Gampong Kumbang untuk melihat langsung,” ungkap Akmaluddin.

Warga lain, Bahron, kepada Serambi mengatakan, ia sempat menyuruh orang untuk mengambil air berwarna merah dari sungai. Hingga dua jam, sebutnya, air yang diambil tersebut masih tetap berwarna merah. "Saya sempat menyuruh orang mengambil air sungai merah saat saya merekam kejadian itu. Tapi, hingga dua jam warna air tersebut tak juga berubah dan masih tetap merah," kata Bahron.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup Pidie, Senin (30/11/2020) hari ini dijadwalkan juga akan turun ke Gampong Kumbang untuk mengambil sampel air tersebut. Tujuannya, untuk diteliti apa dampak dari air sungai berubah warna menjadi merah. 

Akibat Zat Pewarna Pakaian

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra SSos MH, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, Kapolsek Glumpang Baro Ipda Syahrizal bersama empat personel sudah turun ke lokasi untuk menyelidiki perubahan warna air sungai tersebut. Belakangan diketahui, perubahan warna air sungai itu akibat pembuangan atau pembersihan drum plastik bekas zat pewarna jenis ROGAPLEX RED 2767 (pewarna pakaian).

Zat pewarna tersebut dibuang oleh pemilik Usaha Kandang Ayam Potong, Nazir (40), Gampong Balee Gantung, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie. Sekitar pukul 18.15 WIB, personel Polsek Glumpang Baro yang dipimpin Kapolsek langsung mendatangi tempat usaha pemilik kandang ayam potong tersebut. “Iya, zat pewarna pakaian berasal dari kandang ayam potong,” ungkap Kapolres Pidie.

Adapun langkah yang dilakukan Polsek Glumpang Baro, menurut AKBP Zulhir, adalah mendatangi lokasi, mengambil dokumen dan sampel barang bukti, serta memberi imbauan kepada masyarakat agar jangan mudah percaya sesuatu sebelum diteliti kebenarannya. “Air sungai berubah jadi warna merah memang membuat warga penasaran. Sebab, sebelumnyabelum pernah terjadi. Makanya kita bergerak cepat untuk mencari tahu penyebabnya agar masyarakat tidak resah,” jelas AKBP Zulhir Destrian.

Kapolres Pidie juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap sesuatu sebelum diteliti kebenarannya. Makanya, Polsek memanggil pemilik kandang ayam itu untuk dimintai keterangan supaya jelas duduk persoalannya. “Kita berharap, dengan terungkapnya penyebab air sungai tiba-tiba berubah menjadi  merah dapat membuat masyarakat tenang. Sehingga tak timbul tanda tanya dan mengait-ngaitkannya dengan hal lain,” pungkas Kapolres Pidie. (adi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved