Rabu, 17 Juni 2026

Bermodalkan Parang, Tiga Prajurit TNI Buka Akses Jalan Aceh-Sumut

ADALAH Sertu Wahyudi yang merupakan Babinsa Kampung Seumadam bersama dua rekannya, Serda Suhariadi dan Koptu Musmulyadi

Tayang:
Editor: hasyim
FOTO: DOK KORAMIL 07/KEJURUANMUDA
Prajurit TNI saat membersihkan pepohonan yang menutup Jalan Nasional Medan-Banda Aceh di Seumadam, Aceh Tamiang, Minggu (29/11/2020) dini hari. 

* Longsor di Perbukitan Semadam

Perbukitan Seumadam di Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang, kembali longsor pada Minggu (29/11/2020) dini hari dan mengakibatkan sebagian badan Jalan Nasional Medan-Banda Aceh. Arus lalulintas pun terganggu. Di tengah pagi buta, di bawah guyuran hujan deras dan cuaca yang dingin menusuk tulang, tiga anggota TNI berinisiatif membuka akses jalan hanya dengan bermodalkan parang.

ADALAH Sertu Wahyudi yang merupakan Babinsa Kampung Seumadam bersama dua rekannya, Serda Suhariadi dan Koptu Musmulyadi yang ‘menceburkan’ diri ke dalam tumpukan tanah yang longsor dari perbukitan. Walau tidak menutup sepenuhnya badan jalan yang menjadi pintu masuk ke Aceh dari Sumatera Utara, keberadaan material itu tetap saja menghambat arus lalu lintas.

Sadar betapa pentingnya jalur itu, prajurit ini langsung bergegas meninggalkan Markas Koramil 07/Kejuruanmuda tempat ketiganya bertugas, menuju titik longsor. Mereka yakin bila tidak dibersihkan secepatnya, maka akan terjadi kekacauan di pagi hari, di kala kendaraan mulai hilir mudik keluar-masuk Aceh-Sumut.

“Pada saat kejadian itupun, sebenarnya sudah ada beberapa kendaraan yang terjebak, tidak bisa melintas. Ketika dicek oleh anggota, langsung inisiatif melakukan pembersihan,” kata Komandan Koramil 07/Kejuruanmuda, Kapten Inf M Rizal.

Perjuangan keras sudah dihadapi ketiga prajurit ini ketika mulai melangkah dari Markas Koramil 07/Kejuruanmuda. Selain harus menempuh jarak lebih enam kilometer di bawah cuaca buruk, ketiganya juga tidak didukung ‘alat tempur’ memadai. “Yang ada cuma parang, mereka tetap pergi dengan sepeda motor untuk membersihkan area,” lanjut Rizal.

Di bawah guyuran deras itulah ketiganya menebas setiap batang pohon yang melintang di tengah badan jalan. Sesekali ketiganya juga menguruk tanah agar tidak semakin melebar ke badan jalan. Selain ‘bertarung’ melawan hawa dingin, mereka juga tetap waspada mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.

“Sewaktu-waktu bisa saja ada longsor susulan, sebab ketika itu hujan masih deras dan sudah ada tiga titik longsor,” ungkap Danramil lagi.

Rizal yang terus memonitor pergerakan tiga prajuritnya itu juga tak henti terus mencari dukungan tenaga. Setelah nomor kontak Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang tidak terhubung, dia berinisiatif mengalihkannya ke nomor kontak Kabid Kesiapsiagaan dan Pemadam Kebakaran BPBD Aceh Tamiang, Muhammad Husni.

“Posisi pukul 02.20 WIB, rupanya Husni menjawab telepon saya. Sebab terlintas untuk menghubungi bupati langsung,” ujarnya.

Perjuangan Rizal dalam mendukung misi prajuritnya pun membuahkan hasil. Tak lama setelah merintis pembersihan area hanya menggunakan parang, ketiga prajuritnya mendapat bantuan dari pasukan oranye BPBD dan Satgas SAR Aceh Tamiang yang meluncur ke lokasi membawa chainsaw.

Hanya berselang satu jam, misi menyelamatkan ‘jalur sutra Aceh’ itu pun tuntas dilaksanakan, meski belum bersih seluruhnya. Material tanah terlihat masih berserakan di jalan. Arus lalu lintas yang sebelumnya sempat dilakukan buka tutup, menjelang sore kemarin sudah kembali normal.

Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul, mengatakan pembersihan material longsor berupa tanah dan pepohonan ini selesai dilakukan setelah melibatkan satu unit alat berat yang didatangkan dari Langsa. “Masalah utamanya itu timbunan tanah, kalau pohon sudah sejak pagi bersih dari lokasi. Makanya butuh alat berat untuk mengangkut tanah dari jalan,” kata Boy, sapaan Khairul, Minggu (29/11/2020) sore.

Meski sudah kembali normal, arus lalu lintas di sepanjang perbukitan Seumadam masih berpotensi terganggu akibat ancaman longsor yang sewaktu-waktu bisa terjadi kembali. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Syahri mengungkapkan potensi ini disebabkan intensitas hujan yang diperkitakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Kita takut kalau ada hujan deras lagi, sisa tanah di atas akan longsor lagi. Kami imbau agar seluruh pengguna jalan meningkatkan kewaspadaannya,” pesan Syahri.

Kekhawatiran Syahri dikuatkan dengan sejumlah peristiwa tanah longsor yang terjadi di lintas Seumadam. Untuk bulan ini saja tercatat sudah dua kali terjadi, di mana pada Jumat (6/11/2020) lalu hujan deras disertai angin membuat tanah dan sebagian pohon tumbang menutupi jalan raya.(rahmad wiguna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
Live
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved