Breaking News:

Pasar Sibreh Dua Kali Hari Pekan

Pasar Sibreh Aceh mulai pekan ini menambah hari Peukan (pasar), dari satu hari menjadi dua hari

FOTO HUMAS PEMKAB ACEH BESAR
Bupati Aceh Besar Mawardi Ali berdialog dengan pedagang pada peluncuran penambahan hari Peukan Sibreh, Minggu (29/11/2020). 

JANTHO - Pasar Sibreh Aceh mulai pekan ini menambah hari Peukan (pasar), dari satu hari menjadi dua hari. Jika sebelumnya, hari Peukan Sibreh hanya dibuka setiap Rabu, kini ditambah satu hari lagi yakni Minggu. Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali meluncurkan penambahan hari Peukan (pasar) Sibreh, Kecamatan Suka Makmur, Minggu (29/11/2020).

Penambahan hari pekan itu dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sehingga dalam seminggu dua hari dibuka. Mawardi Ali mengatakan, Pasar Sibreh dari dulu sudah dikenal sebagai pasar tradisional yakni pasar rakyat dan bukan pasar modern seperti Mall dan lainnya. "Pasar tradisional ini lah yang harus tumbuh sebenarnya.

Apalagi pasar Sibreh ini bukan hanya untuk Sibreh, tetapi warga dari luar Sibreh juga memanfaatkan pasar ini. Malah seluruh Aceh, pasar hewan yang paling besar itu di pasar Sibreh dan itu dari dulu" katanya.

Dengan pembukaan pasar Sibreh dari Satu hari menjadi Dua hari dalam seminggu itu, Bupati berharap dapat memberi kontribusi terhadap ekonomi di Aceh Besar. "Daya beli masyarakat secara nasional turun akibat pandemi. Aceh juga, tetapi tidak signifikan. Jadi daya beli itu harus kita jaga," harap Bupati.

Dalam kesempatan itu, Mawardi Ali juga mengungkapkan, salah satu hal yang membanggakan, ditengah pandemi Covid-19, ekonomi Aceh Besar masih tumbuh dengan baik. Hal itu dipengaruhi sektor riil seperti pertanian dan lainnya.

Terkait optimalisasi pasar, Bupati juga menekankan agar semua pasar di daerah itu bisa berkembangbdan menjadi motor penggerak ekonomi. "Saya sampaikan bahwa, memang sektor rill itu ada di pasar. Apalagi pasar tradisional tentu paling ramai. Kita sangat menginginkan semua pasar-pasar ini bergerak," katanya.

Di pasar Sibreh, katanya, banyak pedagang dari luar Aceh Besar menjual hewan ternaknya di pasar Sibreh. Hal itu sudah terjadi dari dulu, sehingga pasar Sibreh banyak dikenal. Dalam kesempatan itu, dia juga mengajak semua elemen masyarakat untuk menyosialisasikan bahwa di pasar Sibreh sudah ada penambahan hari Peukan yakni Rabu dan Minggu.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar, Darmansyah ST mengatakan, pasar Sibreh memang identik dengan pasar hewan. Namun seiring dengan perkembangan, pasar ini juga terdapat sembako, bahan hasil pertanian dan komoditi lainnya. "Mudah-mudahan ini tersosialisasi kepada masyarakat Aceh Besar, bahwa bukan saja pasar hewan tetapi juga pasar lainnya" katanya.

Tokoh masyarakat Sibreh, Muhibuddin Ibrahim, mengatakan, Pasar Sibreh adalah pasar yang bersejarah. Karena, selain menjadi tempat berjualan, juga sebagai tempat silaturrahmi maupun  pusat informasi. "Oleh karenanya pasar Sibreh ini adalah kebanggaan. Mudahan-mudahan dengan kebangaan ini akan melahirkan peningkatan ekonomi bagi masyarakat," ujar Muhibuddin yang juga anggota DPRK Aceh Besar itu.

Hadir dalam acara peluncuran ini, Plt Sekda Aceh Besar, Abdullah S.Sos, para kepala OPD, Camat, anggota DPRK yang juga tokoh masyarakat Sibreh, Muhibuddin Ibrahim atau akrab disapa Ucok Sibreh. Selain itu juga hadir anggota DPRK Mursalin SHI, Juanda dan sejumlah tokoh masyarakat Sibreh lainnya.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved