Breaking News:

Opini

Membumikan "Islam Wasathiyah"

Islam wasathiyah bukanlah Islam aliran baru. Sebab, wasathiyah merupakan salah satu karakteristik ajaran Islam

Membumikan
IST
Teuku Zulkhairi, Dosen UIN Ar-Raniry, Penulis buku `Paradigma Islam Wasathiyah Tu Sop Jeunieb"

Oleh Teuku Zulkhairi, Dosen UIN Ar-Raniry, Penulis buku `Paradigma Islam Wasathiyah Tu Sop Jeunieb"

Islam wasathiyah bukanlah Islam aliran baru. Sebab, wasathiyah merupakan salah satu karakteristik ajaran Islam. Penegasan wasathiyah sebagai salah satu karakteristik ajaran Islam antara lain ditulis Prof Yusuf al-Qardhawy dalam kitabnya berjudul "Khashais al'Amma lil Islam" (1983) atau "Karakteristik Umum Ajaran Islam".

Dalam kitabnya ini, al-Qardhawy menyebut tujuh karakteristik ajaran Islam yang membedakannya dengan ajaran manapun di dunia ini. Baik ajaran Samawi maupun yang diproduk oleh manusia. Tujuh karakteristik tersebut, yaitu rabbaniyah, insaniyah, syumuliah, wasathiyah, waqi'iyah, wudhuh, dan jam'u baina tathawwur, dan tsabat.

Sebelum kita mengulas karakter Islam yang Wasathiyah, lebih baik kita telaah juga karakteristik sebelum wasathiyah. Pertama, yaitu rabbaniyah, menjelaskan bahwa Islam sebagai agama dari Allah Swt, dimana kita adalah ciptaan Allah Swt diharapkan agar kita dapat kembali kepada-Nya. Maka ajaran Islam diturunkan bertujuan agar kita umat manusia dapat kembali kepada Allah sebagai Pencipta kita.

Islam melalui petunjuk Allah yang tertera dalam Alquran dan petunjuk Rasul-Nya yang tersebut dalam hadis menuntun kita bagaimana menghadapi kehidupan agar bisa sukses di dunia dan sukses di akhirat. Maka Allah Swt meminta kita menyiapkan bekal taqwa untuk kembali ke negeri kekal abadi. Rasulullah Saw menjelaskan bahwa "Dunia adalah ladang kita bercocok tanam untuk akhirat". 

Sementara itu, pada karakteristik yang kedua, yaitu Insaniyah, menggambarkan bahwa meskipun Islam adalah agama dari langit, namun Islam adalah ajaran yang diturunkan untuk manusia di muka bumi. Oleh sebab itu, Islam memahami betul tabiat manusia sebagai penduduk bumi. Maka dalam ibadah tertentu seperti shalat, jika kita tidak sanggup shalat dengan cara berdiri, maka kita bisa shalat sambil duduk. Pada di sisi lain, banyak penjelasan Islam yang menunjukkan bahwa meskipun manusia diciptakan dengan membawa nafsu yang condong kepada kesalahan dan kesilapan, namun di sisi lain Allah Swt menegaskan bahwa diri-Nya adalah Tuhan Yang Maha Pengampun. Allah akan mengampuni hamba-Nya yang mau meminta ampun atas dosa-soanya.

Lalu, pada karakteristik Syumuliyah, menjelaskan bahwa Islama adalah agama yang melintasi zaman. Menaungi semua kehidupan, berlaku untuk seluruh manusia, ajarannya meliputi semua persoalan dunia dan akhirat. Semua diatur dalam Islam.

Dari persoalan yang paling kecil hingga persoalan yang paling besar. Dari kita bangun tidur sampai kita bangun tidur lagi. Bayangkan, sampai kita masuk ke kamar mandi saja diatur, harus dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Islam juga mengatur bagaimana kita harus tidur. Bagaimana kita mengatur diri hingga bagaimana kita mengatur negara dan bumi ini.

Oleh sebab itu, Allah Swt juga meminta kita untuk "Masuk dalam ajaran Islam secara kaffah". Tidak boleh kita berislam secara parsial, setengah-setengah. Sebab, ajaran Islam diturunkan untuk mengatur segalanya. Dan semua aturan tersebut berfungsi untuk menyukseskan perjalanan hidup kita di dunia dan akhirat. Agar kita dapat berjumpa dengan Rabb kita dengan hati yang ridha dan diridhai.

Nah, karakteristik keempat menjelaskan bahwa Islam adalah ajaran yang Wasathiyah. Allah Swt menegaskan bahwa kita diciptakan sebagai "ummatan wasathan", atau "ummat yang pertengahan". Rasulullah Saw juga menegaskan bahwa "Khairul Umur Ausathuaa", yaitu bahwa "Sebaik-baik urusan itu adalah yang pertengahan".

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved