Kamis, 30 April 2026

Kisah Khairiah di Tengah Pandemi, Ditolak Warga Ketika Bertugas sebagai Mata-mata

Namanya Khairiah SKM. Sehari-hari bertugas sebagai tenaga kesehatan di Dinkes Bireuen. Sejak awal pandemi Covid-19 melanda Tanah Air dan khususnya

Tayang:
Editor: bakri

Namanya Khairiah SKM. Sehari-hari bertugas sebagai tenaga kesehatan di Dinkes Bireuen. Sejak awal pandemi Covid-19 melanda Tanah Air dan khususnya Aceh, dia mulai bergelut dengan tugas berat. Ternyata beban berat itu mengantarkan dirinya untuk menerima penghargaan dalam Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-56 tahun 2020.

Sebagai Seksi Surveilan dan Imunisasi Dinkes Bireuen, membuat dirinya mendapat tugas tambahan sejak Covid-19 merebak. Ya, dia ditugaskan sebagai mata-mata pencegahan Covid-19 di Bireuen. Tugasnya turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, tracking maupun edukasi, serta sosialisasi kepada warga yang pernah berinteraksi dengan mereka positif Covid-19.

“Ya, tugasnya seperti mata-mata pencegahan Covid-19 untuk mencari, dan melakukan pendataan bagi warga yang pernah berinteraksi dengan yang positif. Lalu,  melihat kondisi kesehatan, meminta untuk isolasi mandiri, maupun cara pencegahan yang benar,” cerita Khairiah kepada Serambi, belum lama ini.

Dalam melaksanakan tugas, dia sering  tidak diterima oleh warga. Bahkan, rekannya ketika mengetahui tugasnya melakukan surveilan langsung menjauhi dan menghindari Khairiah. Mereka takut terkena virus Corona. Ya, karena tugas yang dilakukannya berkaitan dengan orang yang sudah positif Covid-19.

Ketika ada warga diketahui berinteraksi dengan yang positif Covid-19, Khairiah dan timnya segera ditugaskan. Pada awalnya, kehadiran mereka tidak mendapat sambutan baik. Setelah dijelaskan virus tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, mereka baru diterima.

Wanita kelahiran  23 Mei 1972 mengaku sempat khawatir dengan tugas itu. Khairiah tidak sendiri dalam bertugas karena bekerjasama dengan Zubir, Linda, dan Rosnita, dan dibantu tim dari masing-masing Puskesmas.

Sebelum berangkat ke titik sasaran, mereka melakukan koordinasi dengan tenaga medis Puskesmas dibantu anggota Babinsa dan Babinkamtibmas, serta perangkat desa. “Mudah-mudahan, Covid-19 ini segera berakhir,” doa dari istri Sardani itu.(yus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved