Breaking News:

Salam

Sekolah Normal Bersama Protkes

Pemko Banda Aceh sedang menyiapkan proses belajar tatap muka untuk seluruh siswa di Kota Banda Aceh. Untuk itu, setiap sekolah diminta meningkatkan

www.serambitv.com
Seiring dengan dimulai sekolah tatap muka secara normal, Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan gebrak masker ke sekolah-sekolah di Banda Aceh. 

Pemko Banda Aceh sedang menyiapkan proses belajar tatap muka untuk seluruh siswa di Kota Banda Aceh. Untuk itu, setiap sekolah diminta meningkatkan fasilitas pendukung protokol kesehatan (protkes) untuk menyambut kedatangan para siswa.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengingatkan, proses belajar dan mengajar secara tatap muka nantinya akan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. “Nanti siswa yang masuk ke sekolah akan diperiksa hingga dipastikan sehat. "Masuk harus  mencuci tangan dulu. Bahkan nanti jualan pun tidak boleh di sekolah. Jadi anak‑anak betul‑betul kita kawal," ujar Wali Kota.

Semua siswa yang datang ke sekolah diharuskan memakai face shield dan masker. Bahkan, rencananya nanti akan ada petugas yang mengawal pelaksanaan protokol kesehatan di setiap sekolah. Untuk itu, bulan ini ada program pembagian masker untuk siswa. “Dan, kita berharap bulan ini Banda Aceh bisa berstatus kuning kembali. Karena sudah beberapa hari tidak ada tenaga medis yang dinyatakan positif Covid‑19 dan tidak lagi warga yang dinyatakan terjangkit,” kata Aminullah.

Rencana memberlakukan belajar tatap muka secara “normal baru” di semua sekolah lingkup Kota Banda Aceh mendapat tanggapan dari kalangan dewan. Anggota DPRK Banda Aceh, Musriadi, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)  Banda Aceh supaya menyiapakan pembelajaran tatap muka secara serius. Ia malah menyarankan dilakukan simulasi mengenai budaya belajar di era new normal ini. "Perlu disiapkan secara serius. Jangan sampai saat dibukanya pembelajaran tatap muka malah menambah kasus penyebaran Corona. Makanya, prasarana dan sarana penunjang penerapan protokol kesehatan di sekolah‑sekolah harus segera disiapkan menjelang pembelajaran tatap muka nanti," ujarnya.

Dalam dua bulan terakhir, sebetulnya sudah banyak sekolah di Banda Aceh yang menyelenggarakan belajar tatap muka di sekolah secara terbatas. Siswa dibagi dalam dua shift sehingga sekolah bergiliran secara selang seling. Jam belajar juga dibatasi hanya empat jam. Anak anak diwajibkan mengenakan masker dan face shield. Lalu membawa bekal makanan dan minuman dari rumah karena selama berada di sekolah anak-anak tidak dibenarkan keluar kelas Istirahat juga di dalam kelas. Para orang tua mengantar dan menjemput harus pada waktu yang tepat sehingga anak-anak todak sempat berkerumun.

Jika kita lihat,  protokolnya sudah cukup baik untuk mencegah penyebaran Covid-19. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya, banyak anak-naka yang ke sekolah tidak mengenakan masker. Tidak juga mencuci tangan saat akan masuk kelas. Yang menjadi pertanyaan, mengapa ada anak yang tidak memakai masker? Kemudian mengapa guru-guru membiarkan anak-anak yang tidak mengenakan masker ikut belajar di dalam kelas?

Karena itulah, jika memang Pemko Banda Aceh ingin membuka sekolah untuk belajar tatap muka secara normal baru, maka warga sekolah harus didisiplinkan lebih dulu. Sebab, sesungguhnya kita semua tak menginginkan Covid-19 berkembang lagi di sini.

Kemudian, jika memang harus belajar tatap muka dengan cara baru, maka durasi waktu belajar itu harus dipikirkan. Tidak mungkin anak-anak duduk di dalam kelas lebih dari lima jam dengan tetap mengenakan masker, face shield, dan menjaga jarak. Jadi mengenai durasi belajarnya juga harus dipikirkan. Belum perlu juga upacara dan olahraga lapangan di sekolah mengingat kegiatan itu sangat sulit mendisiplinkan anak-anak sekolah untuk menjaga jarak. Makanya, seperti harapan wali kota dan para wakil rakyat, kita juga berharap persiapan belajar tatap muka ini bisa berjalan tanpa halangan di seluruh Aceh. Akan tetapi, persiapannya harus benar-benar matang dan manajemen sekolah tidak boleh bersikap toleran terhadap siapapun yang melanggar protokol kesehatan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved