Breaking News:

Salam

Awas, Kasus Baru Corona Melonjak Secara Nasional

Kasus positif Covid‑19 di Indonesia pecah rekor lagi pada Kamis (3/12/2020) yang mencapai 8.369 kasus baru dari 62.397 spesimen

For Serambinews.com
Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali 

Kasus positif Covid‑19 di Indonesia pecah rekor lagi pada Kamis (3/12/2020) yang mencapai  8.369 kasus baru dari 62.397 spesimen yang diperiksa. Ini merupakan penambahan kasus baru tertinggi dalam sehari sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada awal Maret lalu. Dengan tambahan itu, total kasus infeksi Corona di Indonesia menjadi  557.877 orang, pasien dinyatakan sembuh 462.553 orang, dan meninggal dunia total 17.355 orang.

Satgas Covid-19 secara tegas mengungkapkan, penyebab meningkatnya kasus baru adalah karena semakin banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan. Dan, daerah yang paling parah, secara nasional ada tiga provinsi, yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Papua.

Kita bersyukur, Aceh dalam beberapa hari terakhir angka infeksi baru Covid-19 terus menurun. Bahkan, menurut data nasional kasus konfirmasi positif Corona, Aceh paling rendah. Lima provinsi dengan kasus baru paling rendah meliputi Aceh (10 kasus), Bengkulu (12 kasus), Bangka Belitung (14 kasus), Papua Barat (19 kasus), dan Nusa Tenggara Barat (22 kasus).

Akan tetapi, hal itu tidak boleh membuat kita semua lengah. Makanya, untuk menjaga agar kita semakin disiplin mematuhi protokol kesehatan, sejak dua hari lalu Tim Peucrok terdiri dari personel Polda Aceh, TNI, dan Satpol PP Provinsi Aceh mengawali kegiatan operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan terkait pencegahan Covid‑19.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil bersama Pangdam IM, Mayjen TNI Achmad Marzuki mengawasi langsung operasi itu. Dalam operasi hari pertama berupa razia masker, Tim Peucrok masih mendapati banyak masyarakat tidak memakai masker. Selain diberi sanksi, masyarakat yang tidak memakai masker diminta menaati protokol kesehatan guna mencegah penularan virus Corona.

Peningkatan kedisiplinan mematuhi protokol kesehatan sesungguhnya memang harus terus kita tingkatkan. Apalagi, mengingat awal Januari 2021 anak sekolah akan memulai belajar secara tatap muka. Agar proses belajar mengajar secara langsung di sekolah itu bisa sukses dan meminimalisir risiko penularan virus Corona, maka setiap anak harus mematuhi protokol kesehatan. Dan, peran orang tua beserta guru sangat diperlukan.

Seperti dikatakan Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, bahwa pihak sekolah dan para orangtua murid harus memastikan setiap anak memakai masker saat sekolah. Guna mendukung hal itu, Pemerintah pun sudah menggelar Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang antara lain sudah menyalurkan masker ke sekolah‑sekolah.

Mawardi Ali juga berharap, selain memakai masker, siswa juga harus rajin mencuci tangan dan menjaga jarak di sekolah. Oleh karena itu, Bupati mewanti-wanti pihak sekolah supaya semuanya menyediakan alat cuci tangan dan dipastikan berfungsi.

Kita ingin ingatkan bahwa pandemi ini sesungguhnya menjadi ujian kepatuhan bersama terhadap tanggung jawab etis untuk mewujudkan keinginan bersama, yakni hidup nyaman tanpa Corona serta penyakit lainnya. Kita menyampaikan itu lantaran belakangan ini banyak masyarakat yang mengabaikan protkes. Presiden Joko Widodo bahkan menganggap protokol kesehatan kurang dipatuhi lagi pada masa pasca‑pembatasan sosial berskala besar di beberapa daerah.

Makanya, harus  dibangun kesadaran bersama bahwa mematuhi protokol kesehatan merupakan upaya dan langkah semua orang mewujudkan kepastian baru di tengah periode pandemi Covid‑19 yang telah merusak segala‑galanya. Upaya mewujudkan kepastian baru menjadi kehendak semua orang. Keharusan mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan mutlak membutuhkan partisipasi semua elemen masyarakat.

Patut untuk dicatat bersama bahwa kepatuhan mutlak pada protokol kesehatan itu bisa mewujudkan target ganda. Pertama, memutus rantai penularan covid‑19 itu sendiri. Kedua, menjadi upaya bersama mengakhiri ketidakpastian yang ditimbulkan wabah virus Corona dalam 10 bulan terakhir. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved