Breaking News:

Opini

Akselerasi Transformasi Digital

Semenjak pandemi Covid-19 meramabah Indonesia telah memberi dampak luas bagi kehidupan masyarakat

Akselerasi Transformasi Digital
IST
M. Zubair, S.H.,M.H. Kadis Komonikasi, Inforamatika dan Persandian Kabupaten Bireuen

M. Zubair, S.H.,M.H.

Kadis Komonikasi, Inforamatika dan Persandian Kabupaten Bireuen

Semenjak pandemi Covid-19 meramabah Indonesia telah memberi dampak luas bagi kehidupan masyarakat, baik di bidang sosial, ekonomi dan sudah tentu di bidang kesehatan. Selama ini pula pemerintah telah meluncurkan berbagai program untuk mengatasi lonjakan paparan Covid-19 itu di tanah air. Salah satunya adalah menerapkan program adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Program ini adalah sebagai upaya agar masyarakat tetap bisa produktif serta aman dari paparan virus yang sedang melanda dunia saat ini dengan mengedepankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Dengan pemberlakuan penerapan program adapatasi kebiasaan baru tersebut mencuat peran yang sangat signifikan terhadap penggunaan Teknologi Informasi dan Komonikasi (TIK), terutama di sisi pemerintah dengan menyelenggarakan rapat, seminar dan petemuan-pertemuan yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka beralih ke penggunaan teknologi inforamsi dan komonikasi yang dilakukan secara virtual. Bahkan dalam hal belajar mengajar bagi siswa di sekolah-sekolah juga dilakukan secara daring/online walaupun dalam pelaksanaannya masih ada plus minusnya.

Kondisi kemajuan teknologi infomasi dan komonikasi saat ini menurut menteri Komonikasi dan Inforamtika (Kominfo) Jhony G. Plate sudah merupakan suatu keniscayaan dan telah memasuki berbagai segi kehidupan, baik individu, keluarga, organisasi maupun masyarakat secara umum. Perkembangan yang cukup pesat di bidang teknologi ICT telah mengharuskan semua kita memasuki sebuah era baru dari kehihidupan konvensional menuju masyarakat digital.

Menyahuti perkembangan tersebut telah melahirkan program-program prioritas Kementerian Kominfo dalam menyiapkan Indonesia memasuki era transformasi digital. Program-program tersebut yaitu menyelesaikan pembangunan infrastruktur telekomonikasi yang merata dan berkualitas, pengembangan teknologi pendukung aklerasi transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia atau talenta digital dengan jumlah dan kualitas yang memadai serta berkelanjutan. Selanjutnya mengupayakan penuntasan legislasi primer dan penguatan kerjasama internasional.

Bila ditilik dari pemanfaatan teknologi informasi dan komonikasi dalam pemerintahan merupkan suatu hal yang urgent yang perwujudannya dapat dilakukan dalam bentuk layanan Electronic-Govermant (E-Goverment). Layanan ini meliputi pengelolaan data, pengolahan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektonik. Hal tersebut dimaksudkan agar pelayanan publik dapat dilakukan secara cepat, lebih baik, lebih murah baik secara internal (birokrasi) maupun eksternal (masyarakat).

Penerapan E-Government ini merupakan bentuk layanan pemerintah dengan penggunan teknologi informasi dan komonikasi untuk memberi pelayanan publik dengan lebih nyama, berorientasi pada konsumen, mengekfektikan biaya dan secara keseluruhan merupakan cara yang baik dari sebelumnya. Dengan demikian jelaslah bahwa esensi yang terpenting dari E-Government adalah memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja pemerintah.

Dalam konteks ini kinerja pemerintah tidak dapat diartikan dalam konteks yang sempit, namun meliputi tercapainya pemerintahan yang bersih, efektif, trasparan, baik dalam pengeloalaan internal maupun pelayanan publik (Good Governance). Secara umum salah satu komponen E-Government adalah aplikasi sistem informasi pemerintahan yang mampu menberi pelayanan secara online melalui media internet. Aplikasi ini memberi informasi yang selalu up to date tentang berbagai hal dan menyediakan data dari berbagai sjumber daya yang mungkin bila ditempuh secara konvensional akan banyak memakan energi dan biaya serta memiliki fasilitasi interaksi antara anggota masyarakat dengan penyelenggara layanan publik tanpa harus bertemu fisik.

Di sisi lain dalam pengembangan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat tumpuh dengan cepat juga sangat membutuhkan percepatan informasi melalui media digital. Sebagaimana diketahui setiap desa telah dibentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), dan khusus untuk Aceh diberi nama Kelompok Inforamsi Gampong (KIG) yang dibina Dinas Komonikasi, dan Informatika masing-masing Kabupaten/Kota. Kegiatan kelompok informasi gampong tersebut juga erat kaitannya dengan penggunaan media internet untuk mencari informasi-informasi berbagai hal mengenai usaha yang dikembangkan masing-masing kelompok dan mencari peluang-peluang untuk memasarkan produk usahanya.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved