Pemkab Aceh Utara Tetapkan Status Darurat
SEIRING semakin meluasnya banjir dan semakin parahnya dampak yang ditimbulkan, Pemkab Aceh Utara menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan
SEIRING semakin meluasnya banjir dan semakin parahnya dampak yang ditimbulkan, Pemkab Aceh Utara menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan bencana alam banjir dan longsor. Penetapan tersebut dilakukan Bupati Aceh Utara yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati No 360/778/2020.
Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, menjelaskan, penetapan status darurat ini dilakukan agar pemerintah fokus dalam penanganan terhadap banjir. Perbaikan prasarana yang rusak juga bisa segera dilakukan.
“Untuk logistik saat ini sudah tersedia di gudang yang kita terima dari donator, termasuk dari perusahaan BUMN, seperti PIM, PHE dan kemarin dari Pemerintah Aceh. Selain itu kita juga memiliki banyak stok logistik,” ujar Fauzi Yusuf.
Selama terjadi banjir, dia juga sudah menyampaikan kepada Dinas Kesehatan Aceh Utara untuk terus memberi pelayanan kepada masyarakat. “Kalau ada masyarakat yang sakit atau melahirkan, harus segera dievakuasi ke puskemas, ini sudah kita intruksikan kepada jajaran,” kata Wabup.
Dalam penetapan Status Darurat ini, Bupati Aceh Utara juga mengintruksikan kepada tujuh SKPK untuk berkoodinasi dengan BPBD Aceh Utara dalam pendataan sesuai dengan bidang dinas masing-masing.
Sebelumnya, Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib, dalam siaran persnya juga mengaku telah memerintahkan semua SKPK hingga camat dan keuchik untuk mengambil langkah-langkah tanggap bencana dalam menghadapi banjir yang terjadi empat hari ini.
“Hampir semua kecamatan di Aceh Utara terendam banjir. Karena itu seluruh unit pemerintahan di bawah koordinasi saya untuk terus mengupdate situasi dan melakukan langkah tanggap bencana,” tegas Bupati yang akrab disapa Cek Mad, Senin (7/12/2020).
Tanggap bencana dimaksud, termasuk rencana cadangan setelah banjir di tengah keterbatasan anggaran akibat wabah Covid-19. “Perlu melakukan langkah-langkah dalam menghadapi bencana banjir ini,” ucap Cek Mad.
Bupati menyatakan turut prihatin dan berduka atas musibah tersebut. “Mohon doa dari semua pihak, mudah-mudahan semua yang kita hadapi saat ini segera berakhir,” imbuhnya.
Cek Mad mengaku sudah memerintahkan Kepala BPBD Aceh Utara untuk segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan PT PLN, PDAM dan PT Telkom untuk memastikan agar dalam kondisi banjir ini masyarakat tetap mendapatkan pelayanan prima.
“Khususnya terhadap ketersediaan listrik, air bersih dan jaringan komunikasi. Jaringan listrik agar secepatnya dapat dipulihkan di daerah-daerah yang terdampak banjir, begitu juga air PDAM dan jaringan Telkom. Kami minta agar bertindak cepat agar kebutuhan air dan komunikasi masyarakat tidak terganggu,” pinta Cek Mad.(jaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jalan-nasional-di-kawasan-kecamatan-syamtalira-aron-aceh-utara-juga-terendam-banjir.jpg)