Breaking News:

Realisasi Pajak Aceh Lampaui Target

Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) menyebutkan, realisasi penerimaan pajak Aceh sampai bulan November 2020

Realisasi Pajak Aceh Lampaui Target
IST
BUSTAMI HAMZAH, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh

BANDA ACEH - Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) menyebutkan, realisasi penerimaan pajak Aceh sampai bulan November 2020 mencapai Rp 1,306 triliun atau sebesar 102,41 persen dari target yang ditetapkan tahun ini senilai Rp 1,275 triliun. Kepastian terlampauinya realisasi penerimaan pajak Aceh itu disampaikan Kepala BPKA, Bustami Hamzah, kepada Serambi, Selasa (8/12/2020).

Dia mengungkapkan, sempat tidak menduga realisasi penerimaan pajak Aceh bisa melampaui target, terlebih saat ini dunia--termasuk Aceh--berada pada masa pandemi Covid-19. “Sebenarnya target yang kami buat tidak rendah. Tapi berkat kepatuhan masyarakat Aceh membayar pajak dan kerja keras semua pihak, secara umum realisasinya sudah melebihi apa yang ditargetkan,” tuturnya.

Bustami mengatakan, ada tiga faktor yang membuat realisasi penerimaan pajak Aceh bulan November lalu sudah terlampui. Pertama, karena target realisasi penerimaan pajak rokok, pada November lalu sudah  mencapai Rp 313,402 miliar, atau sebesar 113,56 persen, dari targetnya Rp 275,978 miliar.

Kedua, realisasi penerimaan pajak air permukaan pada November lalu senilai Rp 1,745 miliar, atau sebesar 110,68 persen dari targetnya Rp 1,577 miliar. Ketiga, realisasi penerimaan pajak bahan bakar kenderaan bermotor pada bulan November lalu sudah mencapai Rp 293,099 miliar atau sebesar 102,26 persen, dari targetnya senilai Rp 286,623 miliar.

Dari lima sumber penerimaan pajak yang menjadi sumber penerimaan pendapatan asli Aceh (PAA), sebut Bustami, tinggal dua sumber pajak lagi yang realisasinya belum tercapai, namun nilai realisasinya sudah besar, yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) realisasinya sudah mencapai Rp 432,170 miliar atau sebesar 99,65 persen dari targetnya Rp 433,680 miliar.

“Kemudian pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) realisasinya Rp 265,683 miliar atau sebesar 95,74 persen dari targetnya Rp 277,507 miliar,” terang Kepala BPKA, Bustami Hamzah.

Sementara Kepala Bidang Pendapatan BPKA, Saumi Elfiza mengaku optimis target penerimaan PKB dan BBNKB, tahun ini akan tercapai dan terlampui. Alasannya, pada posisi November lalu, realisasi penerimaan pajak PKB dan BBNKB sudah mencapai sebesar  95,74-99,65 persen. Dan bila ditambah penerimaan PKB dan BBNKB pada bulan Desember nanti, target penerimaannya bisa terlampui.

Dia mengungkapkan, masih banyak wajib pajak yang belum melunasi PKB dan BBNKB kendaraan bermotor yang mati pajaknya bulan Desember. Kemudian penerimaan PKB dan BBNKB  dari berbagai Kantor Samsat di daerah, banyak yang belum direkap, termasuk penerimaan pada minggu pertama Desember 2020.

“Kami berharap, sebelum program pemutihan denda PKB dan BBNKB, ditutup pada tanggal 23 Desember 2020 mendatang, wajib pajak segera melunasi tunggakan PKB dan mutasi kendaraannya ke pelat BL.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved