Breaking News:

Salam

Corona Belum Berlalu, Maka Patuhi Protkes

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan, pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes)

For Serambinews.com
Saifullah Abdulgani, Jubir Covid-19 Aceh.   

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, mengatakan, pelanggar Protokol Kesehatan (Protkes) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) meningkat di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Dalam operasi yustisi oleh tim gabungan Satpol PP/WH Aceh, Polda Aceh, dan TNI dari jajaran Kodam Iskandar Muda menjaring sekitar 7.493 orang, sejak awal September 2020. “Dilihat dari data-data pelanggaran Protkes di Banda Aceh dan Aceh Besar, tren-nya terus meningkat selama operasi yustisi dilakukan."

Ia menjelaskan, pada September 2020 terjaring dan ditindak sebanyak 1.050 pelanggar Protkes. Kemudian naik menjadi 2.269 pelanggar Protkes selama Oktober 2020, dan selama November 2020 sebanyak 4.174 pelanggar Protkes dijaring dan ditindak. “Bahkan, pada minggu pertama Desember 2020 telah terjaring 883 pelanggar Protkes di Banda Aceh dan Aceh Besar.”

Sanksi-sanksi yang lebih keras dari sekadar pembubaran mungkin diperlukan juga. Misalnya mengurangi jatah kampanye hingga jika pelanggarannya sudah sangat melebihi batas, ada diskualifikasi. Jumlah pelanggaran sangat banyak bisa jadi karena sanksi-sanksi yang diberikan kurang keras. Dengan memberikan sanksi yang membuat peserta pilkada serentak rugi (karena jatah kampanye dikurangi), bukan tidak mungkin mereka akan jera dan berusaha tak melanggar lagi.

Peningkatan pelanggaran protokol kesehatan sesungguhnya sesuatu yang sangat kita takutkan. Sebab, di tengah serangan virus Corona yang belum ada obat pencegahnya, maka untuk sementara “obat” yang dianggap paling mujarab adalah mematuhi protokol kesehatan. Yakni berupaya menghindari atau mencegah penularan virus Corona dengan memakai masker, menjaga jarak, tidak membuat kerumunan massa, rajin cuci tangan menggunakan sabun, dan tentu saja menjaga kesehatan. Dengan ketentuan sesederhana itu, harusnya masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan, toh tidak memberatkan, kok?

Yang menjadi pertanyaan, mengapa ada warga yang nekat mengabaikan protokol kesehatan? Beberapa kalangan ada yang menilai, meningkatnya pelanggaran protkes karena sanksi bagi pelanggar terlalu ringan. Maka, ada yang menyarankan sebaiknya sanksi diperberat sebagai salah satu upaya memaksa masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat pun harus secara terus-menerus diingatkan supaya mematuhi protokol kesehatan sebagai salah satu langkah  “penyelamat” sebelum vaksin ditemukan.

Kita memang sangat bersyukur dari hari ke hari kasus infeksi Covid-19 di Aceh terus menurun, dan sebagian aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan teratur. Anak-anak sekolah sudah mulai belajar tatap muka. Meski demikian, tetap harus diingat pandemi ini belum usai. Masih mengintai. Bila kita lengah menerapkan protokol kesehatan maka kita bisa jadi korbannya. Pandemi ini tidak hanya menimbulkan kecemasan dan ketakutan, tetapi lebih dari itu berhasil mengubah tatanan pola hidup masyarakat global. Hampir semua lini kehidupan terkena dampak pandemi ini, mulai dari segi ekonomi, politik hingga sosial budaya masyarakat dunia. Momok menakutkan ini menyebabkan perubahan tatanan kehidupan kita.

Hari-hari sejak delapan bulan terakhir adalah hari-hari yang menakutkan bagi kita semua. Hari-hari dalam delapan bulan terakhir adalah hari-hari penantian kita semua, yakni menanti kapan virus Corona lenyap dari bumi ini. Kita tak sabar ingin hidup normal kembali seperti dulu. Bebas beraktivitas di luar rumah tanpa dihantui rasa cemas.

Semua itu menjadi impian kosong jika masih banyak warga mengabaikan protokol kesehatan. Padahal, jauh-jauh hari pemerintah berbagai negara sudah mengingatkan, pascapandemi Covid-19, kita semua tak mungkin lagi hidup normal seperti dulu. Tapi kita akan hidup normal dengan kebiasaan baru, yakni hidup atau beraktivitas dengan mematuhi protokol kesehatan. Maka, sekali lagi, jangan abaikan protkes!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved