Breaking News:

Salam

Publik Butuh Media Penyiaran yang Konsisten

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menobatkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sebagai “Kepala Daerah Inspirasi Penyiaran” tahun 2020

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menobatkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman sebagai “Kepala Daerah Inspirasi Penyiaran” tahun 2020. Aminullah menjadi satu-satunya kepala daerah  --dari 514 kabupaten/kota di Indonesia– yang meraih apresiasi tahunan KPI tersebut.

Puncak acara Anugerah KPI 2020 digelar di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis 10 Desember 2020. Dalam sambutan singkatnya, Aminullah mengatakan sama sekali tak menyangka akan mendapat penghargaan yang begitu besar maknanya, baik bagi pribadi, pemerintah, dan warga Kota Banda Aceh. “Ternyata selama ini segala tindak-tanduk kami ada yang memperhatikan, ada yang menilai. Kali ini, atensi berbuah penghargaan datang dari lembaga negara yang independen, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).”

Aminllah mengatakan, “Apresiasi ini menjadi pelecut se-mangat bagi kami untuk terus member-ikan yang terbaik dalam meningkatkan pelayanan publik, baik melalui program ‘Wali Kota Menjawab’ dan ‘Banda Aceh Traffic Update’ yang disiarkan langsung via radio dan menjadi indikator utama pe-nilaian Anugerah KPI 2020, maupun program-program inovatif lainnya yang akan kami canangkan ke depan.”

Ia pun berkomitmen semua program tersebut akan senantiasa disandarkan pada azas transparansi dan akuntabil-itas, demi tercapainya keterbukaan informasi publik sebagaimana yang telah diamanahkan oleh undang-undang. “Hal ini sejalan pula dengan cita-cita kami mewujudkan “Banda Aceh Gemilang dalam Bingkai Syariah”.

Ya, kita ucapkan selamat kepada Aminullah Usman yang telah meraih penghargaan membanggakan itu. Harapan kita,

tentu penghargaan itu hendaknya menjadi energi positifnya dalam memimpin pemerintahan di ibu kota Provinsi Aceh ini. Kita tak bisa mengomentari lebih jauh mengenai penghargaan itu, karena kita tahu kriteria apa saja yang dilihat sehingga seorang kepala daerah bisa menjadi inspirasi penyiaran. Harapan kita, ke depannya KPI bisa menjelaskan kriteria penilaiannya sehingga kepala daerah yang lain bisa memperbaiki diri, bukan sekadar untuk mendapatkan penghargaan, tapi untuk bisa menjadi penyampai informasi yang baik kepada masyarakat.

Di sisi lain, bicara tentang penyiaran, yakni televisi dan radio, seorang analis media di tanah air beberapa waktu lalu mengatakan, perkembangan teknologi komunikasi dan penyiaran begitu cepat dan masif. Fenomena digitalisasi, konvergensi media, terpaan siaran asing, kompetisi industri penyiaran makin ketat, realitas hoax, maraknya informasi yang menyebar kebencian menjadi tantangan bersama dunia penyiaran saat ini.

Era kebebasan media, khususnya media penyiaran telah mengantarkan dan menempatkan kehidupan Indonesia saat ini pada posisi yang unik dan menarik, kalau tidak ingin disebut sebagai anomali. Unik karena sistem kehidupan media telah maju, masuk ke dalam era demokratisasi pers. Kenyataan ini semakin mendukung tesis demokratisasi media. Semakin media independen dengan semakin besarnya kebebasan yang dimiliki, akan memberikan kontribusi positif pada perubahan politik dan mendukung serta merawat transisi demokrasi secara tuntas.

Pada mulanya, kondisi tersebut memang  merupakan fakta yang menggembirakan bagi publik, pengamat media dan awak media. Namun kabar gembira tersebut berubah menjadi ironi bagi demokrasi saat ini ketika seluruh media khususnya media penyiaran justru mendominasi seluruh sektor kehidupan sosial dan politik. Celakanya, tak jarang pula ada media penyiaran telah memainkan opini yang diproduksi untuk kepentingan politik tertentu atau bahkan pemiliknya.

Prilaku media semacam ini menjadi ambigu, inkonsisten, hipokrit licin, dan berwajah ganda. Padahal media penyiaran hadir sebagai sumber informasi alternatif bagi publik, namun pada sisi yang lain media merekayasa atau memanfaatkan informasi tersebut untuk kepentingan pragmatis dan miskin nilai. Ibaratnya, televisi dan radio kita masih cenderung berada pada posisi demokratis yang terbelenggu. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved