Breaking News:

Lembaga Keuangan Syariah

Tiga Bank Syariah Lakukan Merger, Lahirkan PT Bank Syariah Indonesia

Kehadiran Bank Syariah Indonesia diharapkan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia..

IST
Direktur Utama PT Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo (kiri), Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk, Ngatari (kedua kiri), dan Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri, Toni EB Subari (kanan) disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi (kedua kanan) dalam penandatanganan Rancangan Penggabungan Bank Syariah di Jakarta, Senin (20/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Hasil merger atau penggabungan tiga bank syariah BUMN yakni Bank BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Syariah Mandiri akan bernama PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN Hery Gunardi menjelaskan bahwa rencana penggabungan bank syariah tersebut terus dimatangkan.

“Hari ini, perubahan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha (merger) yang memuat tambahan penjelasan ihwal struktur, nama, dan logo bank baru telah dilakukan,” ujar Hery dalam keterangan resmi, Jumat (11/12/2020).

Hery menjelaskan nama baru bank syariah hasil merger tersebut akan digunakan secara efektif oleh PT Bank BRISyariah Tbk, selaku bank yang menerima penggabungan.

Perubahan nama tersebut juga diikuti dengan pergantian logo dengan kantor pusat bank hasil penggabungan akan berada di Jl. Abdul Muis No. 2-4, Jakarta Pusat, yang sebelumnya merupakan kantor pusat BRIS.

Dia menjelaskan publikasi perubahan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha dilakukan sesuai regulasi yang berlaku dan mengikuti persetujuan regulator.

Baca juga: Tiga Bank Syariah Rampungkan Rencana Merger, akan Jadi Bank Syariah Nasional Terbesar

Baca juga: Dukung Qanun LKS, di Aceh Pertamina Mulai Pembayaran Melalui Bank Syariah

Baca juga: Bank Syariah, Solusi Investasi dan Pembiayaan Masa Kini

Baca juga: Bank Syariah Perlu Sokongan Ulama  

Tanggal perkiraan efektif penggabungan tiga bank syariah tersebut ditetapkan pada 1 Februari mendatang seperti yang tercantum dalam perubahan ringkasan rencana merger.

“Pasca-merger, bank hasil penggabungan akan memiliki susunan kepengurusan yang diperkuat oleh 10 direksi,” ungkap Hery.

Dia menjelaskan nama-nama tiap direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah (DPS) bank hasil penggabungan akan dibahas dalam RUPSLB BRIS diperkirakan akan dilaksanakan pada 15 Desember 2020.

Sebanyak 10 posisi Direksi yang akan mengelola jalannya usaha bank hasil penggabungan terdiri dari direktur utama, dua posisi wakil direktur utama, dan masing-masing satu direktur wholesale & transaction banking, retail banking, sales & distribution, information technology & operations, risk management, compliance & human capital, serta finance & strategy.

Halaman
12
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved