Breaking News:

Warga Jangan Selalu Terbeban, Dewan Minta PDAM Gratiskan Air ke Pelanggan

Persoalan air bersih masih menjadi masalah utama di Banda Aceh. Kendati sedang ada proyek revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air

Editor: bakri
For Serambinews.com
Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad 

BANDA ACEH - Persoalan air bersih masih menjadi masalah utama di Banda Aceh. Kendati sedang ada proyek revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy diharapkan bisa menghadirkan program yang bisa membantu menyelesaikan masalah.  

Anggota DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (11/12/2020) mengatakan memaklumi bahwa PDAM saat ini sedang mengerjakan proyek revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air yang kemudian mengganggu distirbuasi air ke pelanggan.

"Kita berharap PDAM bisa memberikan diskon harga kepada pelanggan, artinya tidak selalu yang merasa terbeban adalah pelanggan. Seperti pola-pola yang dilakukan PLN dimasa pandemi ini memberikan diskon harga bagi pelanggannya," kata Tuanku Muhammad.

Pernyataan itu disampaikan setelah mendengar keluhan warga di kawasan Jeulingke yang sudah enam hari tidak mendapat pasokan air bersih. Anggota DPRK dari daerah pemilihan (dapil) 3 tersebut berharap pemutusan distribusi air itu tidak begitu lama dirasakan warga.

Di tengah kondisi seperti ini, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta PDAM memikirkan program-program yang bisa membantu menyelesaikan masalah. Apalagi air merupakan kebutuhan utama masyarakat, baik untuk masak, mandi, maupun bersuci. 

Sebelumnya,  Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub mengatakan, belum maksimalnya distribusi air bersih karena realisasi pekerjaan revitalisasi bak penyaringan dan penjernihan air baru selesai 75 persen. Untuk menyelesaikan sisa pekerjaan itu, masih butuh waktu satu atau dua minggu lagi.

Pria yang akrap disapa Ampon Yub berharap kepada pelanggan yang belum menerima distribusi air bersih secara penuh untuk bersabar. "Mudah-mudahan disisa waktu bulan Desember ini, pekerjaan revitalisasi itu tuntas," jelasnya kepada Serambi, Kamis (10/12/2020).

Dijelaskan, saat ini sudah ada beberapa alat penjernihan air yang terpasang. Namun untuk kesempurnaan fungsinya, alat tersebut harus benar-benar pas dudukan maupun kemiringannya. Sebab jika bergeser sedikit saja, maka penyaringan penjernihannya tidak maksimal.

"Jika seperti itu, maka harus dibongkar dan dipasang ulang. Ini yang membuat pekerjaan pemasangan saringan menjadi lama," terang Ampon Yub.

Dalam kesempatan itu, Anggota DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad juga meminta PDAM Tirta Daroy menyediakan mobil tangki yang bisa memenuhi kebutuhan air bagi warga yang daerahnya terdampak proyek revitaliasai sehingga terputus distribusi air dalam waktu lama. 

"Kita juga berharap PDAM mencoba pola seperti menyediakan beberapa mobil tangki yang selalu stanby ketika ada laporan masyarakat yang mungkin membutuhkan air, apalagi ditempat ibadah dan fasilitas umum," ujar anggota Komisi I DPRK ini.

Tuanku mengatakan, masih untung jika ada warga yang memiliki sumur di rumahnya. Tapi bagaimana bila masyarakat ataupun masjid, mushala, dan fasilitas umum lainnya mengandalkan kebutuhan air dari PDAM akan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan air.

Apalagi saat sekarang ini juga banyak masyarakat yang sedang ada kenduri maulid, menurut Tuanku Muhammad, PDAM harus memiliki terobosan baru disampaing melakukan perbaikan jaringan. "Harus ada program-program yang bisa membantu menyelesaikan masalah," ungkap dia.(mas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved