Breaking News:

Demokrat Usul Nova Jadi Calon Gubernur

Partai Demokrat Aceh mengusul Ir Nova Iriansyah MTsebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh Periode 2021-2026

SERAMBI/MASRIZAL
Ketua Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah, didampingi istri, Dyah Erti Idawati, dan pengurus partai lainnya, menyanyikan mars Partai Demokrat pada rakerda partai tersebut, Sabtu (12/12/2020). 

BANDA ACEH - Partai Demokrat Aceh mengusul Ir Nova Iriansyah MTsebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh Periode 2021-2026 dalam musyawarah daerah (musda) ke depan sekaligus sebagai calon gubernur (cagub) Aceh pada Pilkada mendatang. Usulan itu disampaikan pengurus DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) partai berlambang mercy ini dalam rapat kerja daerah (rakerda) Partai Demokrat Aceh di kantor partai tersebut kawasan Lueng Bata, Banda Aceh, Sabtu (12/12/2020).

Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah, dalam konferensi pers usai rakerda menilai, usulan tersebut normatif mengingat dirinya sebagai ketua partai. Terhadap usulan itu, Nova mengaku belum bisa memutuskan sekarang karena ada mekanisme partai yang harus ditempuh.  "Saya secara pribadi belum bisa memutuskan. Tapi rakerda hari ini (kemarin-red) mencalonkan ketua DPD (sebagai cagub), itu saya pikir normatif," kata Nova, didampingi Kepala Departemen Pertanian dan Kemaritiman DPP Partai Demokrat, Muslim, Wakil Ketua DPD yang juga Wakil Ketua DPRA, Dalimi, serta Sekretaris DPD, Iqbal Farabi.

Sekedar gambaran, meski pelaksanaan Pilkada belum ada kejelasan dari pemerintah pusat, namun sejauh ini sudah ada figur yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai cagub. Seperti Muzakir Manaf alias Mualem (Ketua DPA Partai Aceh) dan Mawardi Ali (Ketua DPW PAN Aceh). Sementara Nova hingga saat ini tampaknya masih mempertimbangkan untuk maju sebagai cagub pada Pilkada mendatang. Sebab, menurut Nova, dalam tradisi Demokrat, DPP memiliki kewenangan mutlak dalam menetapkan calon yang akan bertarung dalam Pilkada.

"Kalau keinginan saya pikir relatif, fifty-fifty. Tapi culture di Demokrat, kader-kader yang masuk radar DPP itu dipanggil dulu, di cek CV-nya, dicek hasil surveinya, baru ditanya keinginannya,"  kata Nova yang juga Gubernur Aceh, ini.

"Sama waktu dulu saya mencalonkan atau diajak menjadi calon wagub Pak Irwandi. Tidak langsung DPP menerima keinginan Irwandi, karena waktu itu di internal Demokrat juga ada calon-calon lain termasuk Pak Riefky, Pak Muslim, dan lain-lain," ungkap dia.

Pada kesempatan itu, Nova kembali menegaskan bahwa rekomendasi rakerda tetap mengutamakan kader sendiri untuk diusul sebagai cagub. Tapi, Demokrat tetap membuka pintu kepada calon dari luar partai karena porsi penetapan ini akan ditentukan oleh DPP.  Disamping itu, tambah Nova, saat ini Partai Demokrat hanya memiliki 10 kursi di DPRA.

Sedangkan modal untuk bisa mencalokan pasangan gubernur dan wakil gubernur dari kader sendiri, sambungnya, setiap partai harus mengantongi 13 kursi di parlemen. "Sebuah keniscayaan kita harus komunikasi dengan partai lain untuk mendapatkan sekurang-kurangnya tiga kursi lagi. Karenanya, kita tidak memutuskan secara final, apakah cagubnya Demokrat atau cawagubnya partai yang lain, tidak bisa diputuskan dalam forum ini secara final," jelas Nova.

Terkait pelaksanaan Pilkada 2022, Partai Demokrat menyatakan siap membangun komunikasi dengan semua partai politik, tokoh masyarakat, ulama, hingga tokoh-tokoh daerah maupun nasional.

"Tentang pelaksanaan Pilkada, kita sudah bersepakat dengan DPRA dan mengirim surat kepada Presiden melalui Mendagri, kita minta di 2022. Tapi, ‘bola’ tentang Undang-Undang Pilkada berada di tangan pemerintah dan DPR RI. Ya, nanti kita harus tunduk kepada putusan yang tertuang dalam undang-undang tersebut," demikian Nova Iriansyah. (mas) 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved