Breaking News:

Partai Pengusung Sepakat Isi Posisi Cawagub

Empat dari lima ketua partai pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017, sepakat untuk mengisi posisi wakil gubernur (wagub)

SERAMBI/MASRIZAL
Empat dari lima ketua partai pengusung pasangan Irwandi Yusuf/Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 foto bersama seusai melakukan pertemuan membahas pengisian cawagub Aceh di Jakarta 

BANDA ACEH - Empat dari lima ketua partai pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017, sepakat untuk mengisi posisi wakil gubernur (wagub) Aceh sisa masa jabatan 2017-2022. Kesepakatan tersebut mereka capai dalam pertemuan terbatas yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (12/12/2020).

Pertemuan itu dihadiri Ketua Umum DPP Partai Daerah Aceh (PDA), Tgk H Muhibbussabri A Wahab, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, Irmawan, Ketua DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Samsul Bahri ben Amiren alias Tiyong, dan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud.

Pertemuan itu minus Ketua Partai Demokrat--partainya Nova Iriansyah selaku Gubernur Aceh-- yang juga bagian dari partai pengusung. "Dalam waktu dekat akan duduk kembali," kata Muslahuddin Daud kepada Serambi, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Muslahuddin, disepakati bahwa  posisi wakil gubernur harus segera diisi dan idealnya berasal dari partai pengusung. Namun, sambungnya, pada kesempatan itu belum diputuskan nama yang akan diusung.  "Kita belum bicara figur. Yang penting prinsipnya wakil gubernur harus ada," tegas politikus PDIP yang juga praktisi pertanian Aceh ini.

Dalam suasana santai, lanjut Muslahuddin, keempat ketua partai pengusung itu kompak dan solid untuk membicarakan kriteria sosok wagub yang bisa menjadi energi tambahan bagi Gubernur Nova Iriansyah dalam menjalankan roda pemerintahan hingga akhir masa jabatan.

"Kami mendegar aspirasi masyarakat yang sangat berharap agar posisi wagub segera diisi," kata Tgk H Muhibbussabri A Wahab yang sebelumnya sudah diusul oleh PDA sebagai calon wagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022.

Sesuai aturan perundang-undangan, posisi pendamping Nova Iriansyah harus ada demi kelancaran roda pemerintahan. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kelima partai pendudukung segera bisa duduk," timpal Ketua PNA hasil KLB, Samsul Bahri alias Tiyong.

Mengingat waktu pemilihan cawagub semakin mepet atau sampai awal Januari 2021, tambah Tiyong, pihaknya bertekad untuk memaksimalkan waktu yang ada sampai terpilih dua nama untuk diusul ke Gubernur Aceh sebelum dipilih satu nama oleh DPRA.

Sebab bila melewati tenggat waktu tersebut, maka dipastikan Nova Iriansyah akan memimpin Aceh seorang diri hingga berakhir masa jabatannnya pada 5 Juli 2022. "Makin cepat makin baik," imbuh Ketua PKB Aceh, Irmawan yang juga anggota Komisi V DPR RI.

Untuk diketahui, isu pemilihan cawagub Aceh mulai menggelinding sejak Nova Iriansyah dilantik sebagai Gubernur Aceh Sisa Masa Tugas 2017-2020 menggantikan Irwandi Yusuf yang tersandung kasus suap Dana Otonomi Khusus (DOKA) tahun 2018. Nova dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian di Gedung DPRA, Kamis (5/11/2020). Sebelumnya, Nova merupakan Wakil Gubernur dan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh.

Meski secara etika politik, posisi wagub yang ditinggalkan Nova menjadi milik PNA (partainya Irwandi Yusuf), namun masing-masing partai pengusung juga berambisi mengusung calon sendiri. Sejauh ini baru dua dari lima partai pengusung yang sudah menetapkan calonnya yaitu PDA yang mengusulkan ketua umum partai tersebut, Tgk Muhibbussabri A Wahab, dan PKB mengusulkan H Ruslan M Daud, mantan bupati Bireuen yang juga anggota Komisi V DPR RI.

Sebelumnya, mantan gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengatakan, Aceh akan ada wakil gubernur kembali bila semua pihak--baik dari partai pengusung, gubernur, dan DPRA--serius dan mau bergerak cepat, meskipun waktu terlalu singkat.  

"Kalau partai pengusung serius dan gubernur juga serius ingin didampingi oleh seorang wagub, dan mau bergerak cepat serta efisien memprosesnya, lalu DPRA juga mau menjalankan fungsinya dengan benar serta tidak melibatkan 'ikan asin' di bawah meja, Aceh pasti bisa punya wagub," ungkap Irwandi dalam wawancara eksklusif yang dilakukan secara tertulis melalui istrinya, Steffy Burase, Senin (23/11/2020) lalu. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved