Warga dan Sepmornya Tenggelam di Tengah Sungai, Saat Seberangi Sungai Gunakan Rakit Bambu
Seorang warga di Desa Alue Keumang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Sayendra, tenggelam bersama sepeda motornya
MEULABOH - Seorang warga di Desa Alue Keumang, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Sayendra, tenggelam bersama sepeda motornya saat menyebrangi sungai di desa tersebut menggunakan rakit.
Informasi yang diperoleh Serambi, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/12/2020) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, korban sudah berada di tengah sungai dan tiba-tiba rakit oleng dan tenggelam bersama korban dan sepeda motornya.
Beruntung Sayendra ternyata bisa berenang. Begitu rakit tenggelam ia langsung berenang ke tepian. Sementara sepeda motornya ditemukan tak jauh dari lokasi tenggelam pada Sabtu siang, setelah dilakukan pencarian bersama warga setempat.
Keuchik Alue Keumang, Kecamatan Pante Ceureumen, Zulkarnaini, ketika dikonfirmasi Serambi membenarkan peristiwa tersebut. “Tidak ada korban jiwa, yang bersangkutan berhasil selamat,” kata Keuchik.
Menurut keterangan Zulkarnaini, rakit bambu itu memang banyak digunakan warga desa untuk menyebrang karena jembatan gantung yang ada kondisinya sudah rusak parah dan tak bisa digunakan lagi.
Rakit itu lanjutnya, tidak hanya digunakan oleh warga dan petani, tetapi juga anak-anak sekolah dasar dan para guru. “Para guru dan anak-anak SD memanfaatkan rakit penyeberangan untuk pergi ke sekolah,” ujar Zulkarnaini.
Terkait insiden terjatuhnya seorang warga ke sungai saat menyeberang dengan rakit bambu, Keuchik Alue Keumang, Kecamatan Pante Ceureumen, Zulkarnaini, berharap kepada Pemkab Aceh Barat segera memperbaiki jembatan gantung karena memang sangat dibutuhkan oleh warga di kawasan tersebut.
Keuchik mengungkapkan, di seberang sungai arah gampong Manuang Kinco terdapat 1 Sekolah SD. Sementara para guru banyak yang berada di seberang sungai kawasan Alue Keumang. Para murid SD dan guru lebih sering menggunakan rakit ketimbang memutar melalui melalui Lhok Guci yang jauhnya mencapai 9 kilometer.
“Jika air sungai tidak meluap, anak sekolah dan guru termasuk warga menggunakan rakit bambu, tetapi jika kondisi air meluap warga menempuh jalur irigasi Lhok Guci yang lumayan jauh,” jelas Zulkarnaini.
Karena itu, pihaknya sangat berharap Pemkab bisa segera melakukan perbaikan jembatan gantung. Pihaknya mengaku telah mengajukan permohonan kepada dinas terkait, tetapi terkendala karena anggaran tergerus untuk penanganan Covid-19. “Kami berharap jembatan gantung ini bisa secepatnya diperbaiki, karena ini untuk kepentingan orang banyak,” harap Zulkarnaini.(c45)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sepeda-motor-tenggelam-di-sungai-pante-ceureumen.jpg)