Breaking News:

Opini

Konsep Pemberdayaan Ala Rasulullah SAW

Suka cita merayakan maulid Nabi Muhammad Saw sungguh terasa di bumi Aceh, yang bahkan dalam kalender Aceh dilaksanakan selama 2 bulan

Dr. Rita Khathir, S.TP., M.Sc, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala 

Perbudakan era zaman now yang kedua adalah perbudakan politik. Perbudakan politik adalah sistem perbudakan di mana pemodal tadi memegang jabatan politik sehingga memanfaatkannya untuk meletakkan orang-orang lain pada berbagai posisi strategis sebagai bawahan yang penuh khidmat, melaksanakan kepentingan si penguasa tersebut. Proses pemberdayaan masyarakat tentu menjadi null dalam situasi ini karena sumber daya yang ada seluruhnya dikerahkan untuk mencapai visi dan misi sang penguasa. Lebih parah lagi, pelaku perbudakan politik sifatnya lebih ganas dari pelaku perbudakan ekonomi, karena selain menimbun harta kekayaan, mereka juga mengejar yang namanya kekuasaan.

Dalam Alquran dikisahkan tentang seorang milyuner yang bernama Qarun yang hidup pada zaman Nabi Musa as. Harta Qarun sangat banyak sehingga beberapa orang saja masih merasa berat memikul kunci pintu gudang hartanya. Dapat kita simpulkan bahwa musuh pemberdayaan masyarakat adalah lahirnya tokoh-tokoh Qarun zaman now. Mereka menggunakan berbagai kendaraan baik ekonomi maupun politik, karena kedua cara ini merupakan cara yang paling manjur untuk mengumpulkan harta kekayaan. Kita rindu pada Rasulullah yang sejatinya seorang raja yang agung, namun hidup dalam kesederhanaan, dan segera mengalokasikan harta yang diperoleh untuk zakat, infaq, dan shadaqah. Di samping itu, Rasulullah juga menanamkan dogmatis bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, sehingga masyarakat di masa itu malu menjadi pengemis.

Langkah awal supaya kita mampu melakukan pemerdekaan budak ekonomi dan politik adalah membunuh jiwa Qarun yang bersemayam dalam dada. Seiring matinya jiwa Qarun ini, maka jiwa dan pikiran kita akan mengikuti pola pemberdayaan masyarakat ala Rasulullah. Para majikan/toke perlu memperhatikan agar gaji pekerja dibayar minimal sesuai standar upah minimum yang ditetapkan Pemerintah setempat, memastikan jaminan keselamatan kerja, jaminan kesehatan pekerja dan keluarganya, memastikan pembayaran pajak penghasilan kepada negara, serta mempersiapkan dana pensiun.

Cara lain yaitu melakukan pengembangan usaha menggunakan azas kemitraan dengan karyawan. Apabila usaha sudah berjalan dengan lancar, dilakukan pengalihan kepemilikan cabang usaha tersebut kepada mitra, sehingga dia yang sebelumnya pekerja berubah menjadi pengusaha (cara ini sudah kami aplikasikan).

Pemerdekaan budak ekonomi sangat strategis dilakukan dengan implementasi Koperasi Syariah. Perekonomian syariah dilaksanakan berlandaskan enam prinsip, yaitu tolong menolong, kebenaran, keseimbangan, kejujuran, keadilan, dan kebersamaan. Dengan sistem perkoperasian, metode pemberdayaan ala Rasulullah dapat diterapkan sekaligus, yaitu dengan pendidikan dan pemerdekaan budak.

Sedangkan pemerdekaan budak politik hanya dapat dilakukan oleh para penguasa dengan penerapan nilai integritas dan profesionalisme. Selain itu sebagai anggota masyarakat kita pun harus proaktif menghapuskan jiwa Qarun dan mental budak dalam diri. Jangan mau menjadi budak ekonomi mapupun budak politik.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved