Breaking News:

2021, Aceh Miliki Bus Trans-K Listrik

Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh melakukan pengadaan bus Trans Koetaradja (Trrans-K) listrik pada tahun 2021

DOK SERAMBI
Kepala UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja, Dinas Perhubungan Aceh, M Hanung Kuncoro SSit MT menyampaikan materi tentang Sarana Disabilitas pada Layanan Trans Koetaradja, dalam program Serambi Podcast, yang di pandu oleh host Zainal Arifin M Nur, Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia, Senin (14/12/20). 

BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh melakukan pengadaan bus Trans Koetaradja (Trrans-K) listrik pada tahun 2021. Bersamaan dengan itu, Dishub juga akan membentuk jalur feeder atau bus pengumpan yang menjemput masyarakat dari zona jauh untuk di bawa ke koridor utama.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja Dishub Aceh, M Hanung Kuncoro SSit MT, saat menjadi narasumber program Podcast Serambi dengan tema "Sarana Disabilitas pada Layanan Trans Koetaradja" pada Senin (14/12/2020).

"Trans-K ini memiliki enam koridor dan merencanakan adanya jalur  feeder. Saat ini sudah direncanakan ada penambahan 25 unit bus listrik. Pengadaan bus listrik ini untuk mendukung program Aceh Green (salah satu program Aceh Hebat)," kata Hanung.

Hanung menyebutkan, pihaknya mengusulkan 25 bus listrik. Tapi persediaan anggaran pada tahun 2021 hanya cukup setengah dari target. "Kalau kita lihat dari perencanaan baru ada setengah yang tertampung di anggaran (APBA 2021). Doakan saja biar 25 unit tertampung ke depan," ujarnya.

Halte ramah disabilitas

Dalam kesempatan itu, Hanung juga menjelaskan sejak 2016 Dishub Aceh sudah membangun sarana dan prasarana pelayanan Trans Koetaradja, salah satunya halte. Seiring dengan itu, pihaknya juga terus berinovasi dalam menghadirkan halte yang ramah disabilitas.

Hanung menyebutkan, total halte yang ada Banda Aceh dan Aceh Besar sekitar 90 unit halte permanen, tujuh unit halte tipe A, 15 unit halte tipe B, dan 53 unit halte portable. Halte tipe A dan B merupakan halte sejenis portable. Semua halte itu berada di enam koridor. 

Halte permanen, jelas Hanung, merupakan halte yang memiliki fasilitas paling lengkap seperti tempat duduk, lampu, dan ramah disabilitas. "Kita sedih juga, fasilitas yang kita buat dirusak oleh tangan-tangan jahil, seperti lampu dicuri, dinding dicat semprot, bahkan tong sampahnya juga hilang," ungkapnya.

Dalam beberapa kasus, halte juga menjadi tempat tidur gelandangan dan orang gila. Terkait kondisi tersebut, Dishub sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Aceh dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh untuk menertibkan para gelendangan dan orang gila agar pengguna halte merasa nyaman.

"Kalau kita usir sudah beberapa kali. Kita maksimalkan segala cara sehingga pengguna bus Trans Koetaradja merasa nyaman. kita juga terus mencoba melakukan inovasi menggantikan halte permanen dengan halte yang ramah lingkungan dan disabilitas," tutup Hanung.

Kepala UPTD Angkutan Massal Trans Koetaradja Dishub Aceh, M Hanung Kuncoro juga menyampaikan bahwa mulai Desember ini bus Trans Koetaradja mulai beroperasi kembali seperti semula setelah sebelumnya sempat berhenti akibat pandemi Covid-19.

"Diawal pandemi mulai dari Maret, kita mengoffkan operasional Trans Koetaradja. Dan kita aktifkan kembali di awal Oktober tapi belum maksimal karena hanya beberapa unit saja yang kita operasikan. Baru di Desember awal kita maksimalkan seluruh unit sudah beroperasi semua," katanya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved