Breaking News:

Salam

Jangan Bohong Jika Ingin Survive di Tengah Pandemi

Kalangan pejabat pemerintah dan perbankan mengingatkan para pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) supaya menjaga kualitas produk

Editor: bakri
Foto kiriman Disnakermobduk Aceh
Gubenur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT menyerahkan penghargaan Siddha Karya 2020 kepada para bupati dan pengusaha UMKM, di Hotel Hermes, Rabu (9/12/2020) malam. 

Kalangan pejabat pemerintah dan perbankan mengingatkan para pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) supaya menjaga kualitas produk serta terus menjaga kejujuran dalam berjualan, terutama secara online atau melalui marketplace. Karena, sekali ada kebohongan atau pembeli merasa dibohongi, pasti akan merusak pasarnya sendiri. “Kuncinya jangan ada kebohongan. Jangan sampai memajang foto produk bagus, tetapi saat dikirim tidak sesuai dengan fotonya. Ini sama saja bunuh diri.”

Para pelaku UMKM diminta betul-betul memahami bahwa dalam berbisnis online harus mengutamakan pelayanan khususnya kecepatan memberikan respon kepada pembeli. Tujuannya agar pembeli tidak kecewa atas produk yang telah dibelinya. “Penjual harus jujur akan produk yang dijualnya. Selain itu produk yang dijual harus berbeda dari produk yang lainnya, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.”

Makanya, sebelum memulai memilih berbisnis melalui ekosistem digital, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pelaku UMKM, mulai dari administrasi hingga tingkat kemampuan UMKM dalam menjual produknya ke pasar. Jangan sampai, ketika UMKM masuk ke marketplace dengan target pasar yang lebih beragam, produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan ekspektasi pembeli, dan akhirnya membuat mereka kecewa.

Pembeli yang kecewa bisa saja langsung mengkritik penjualan di kolom marketplace tersebut. Dengan demikian, rating yang buruk akan terlihat dan tersimpan dalam waktu yang lama, sehingga tentu akan memengaruhi calon konsumen lain yang hendak membeli produk UMKM tersebut. "Jadi dilihat banyak orang dan tidak ada batasnya. Beda kan kalau beli di toko, ada yang enggak suka, dia mungkin akan cerita ke beberapa orang saja. Kalau di marketplace, review itu akan terus tersimpan di sana."

Ya, pengalaman selama ini memang banyak pembeli yang kecewa karena produk yang mereka terima, baik dari UMKM maupun produsen non-UMKM sering tak sesuai harapan, Gambar yang dipajang dan produk yang sampai ke tangan pembeli sering berbeda. Inilah antara lain model ketidakjujuran yang kemudian menjadi langkah “bunuh diri” bagi sang penjual.

Persoalan lain bagi UMKM sekarang ini adalah berhadapan dengan pandemi. Seorang peneliti mengatakan, dampak pandemi Covid‑19 terhadap sektor ekonomi dan bisnis sangat dalam, karena pandemi ini telah menghancurkan sisi terpenting ekonomi yaitu penawaran dan permintaan. Berbagai sektor pun mengalami dampak, termasuk UMKM.

Dari sisi penawaran, banyak UMKM mengalami pengurangan aktivitas dikarenakan adanya kebijakan pembatasan interaksi sosial yang berujung pada terhentinya proses produksi. Dari sisi permintaan, berkurangnya permintaan atas barang dan jasa mengakibatkan banyak UMKM yang tidak dapat memaksimalkan keuntungan, sehingga menyebabkan berkurangnya likuiditas perusahaan.

Bagi pemerintah, terganggunya sektor UMKM itu harus diwaspadai karena akan menimbulkan dampak lebih buruk bagi perekonomian nasional. Sebab, sejauh ini UMKM mampu menyerap 96 persen tenaga kerja. Dengan serapan tenaga kerja yang begitu besar itu, maka bila sektor UMKM terganggu, akan berdampak pada banyaknya masyarakat kehilangan pendapatan, karena banyak dari perusahaan tersebut tidak dapat membayar upah mereka secara penuh. Bahkan banyak yang melakukan pemutusan hubungan kerja secara sepihak, karena sudah kehabisan napas.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sebanyak 98% usaha pada level mikro atau sekitar 63 juta terkena dampak pandemi Covid‑19. Jumlahnya tentu akan membesar seiring lamanya pembatasan sosial berskala besar (PSPB) di sejumlah daerah. Bahkan, menurut catatan Organisation for Economic Co‑operation and Development (OECD), hampir separuh UMKM di Indonesia akan bangkrut pada Desember 2020.

Kita tidak meragukan iktikad baik dan kerja keras pemerintah dalam menyelamatkan sektor UMKM dari dampak pandemi melalui berbagai kebijakan tersebut. Mengingat salah satu program strategis pemerintahan periode kedua Presiden Jokowi adalah pemberdayaan UMKM. Tinggal bagaimana implementasinya di lapangan agar sesuai dengan harapan. Hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam implementasi kebijakan tersebut adalah ketepatan sasaran.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved