Breaking News

Berita Aceh Tengah

Kampung Arul Latong Aceh Tengah Unik, Karena Punya Tiga Sumber Mata Air  Asin, Sejuk dan Panas

Kampung Arul Latong Kecamatan Bies Aceh Tengah punya tiga sumber mata air yang dirasakan unik. Pertama sumber air asin (Wih Masin)....

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kolam Kecil dengan Air yang Asin Ditemukan di Kampung Arul Latong, Kecamatan Bies, Kabupaten Aceh Tengah. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kampung Arul Latong Kecamatan Bies Aceh Tengah punya tiga sumber mata air yang dirasakan unik. Pertama sumber air asin (Wih Masin), lalu ada sumber air dingin (Wih Sejuk) dan sumber air panas (Wih Porak).

Ketiga sumber mata air itu muncul dari celah perut bumi dan membentuk sebuah kolam kecil. Lokasinya berada di Dusun Wih Masin, Kampung Arul Latong.

Sebelumnya, pada saat gempa besar melanda Aceh Tengah pada 2013 silam pancuran air asin tersebut sempat tertimbun. Namun belakangan, muncul kembali. 

"Setelah dicecap, airnya terasa asin. Dulu, menurut kabar memang pernah ada kolam kecil yang airnya asin di tempat itu, tapi kemudian tertimbun saat gempa Gayo tahun 2013 silam," kata Reje (keuchik) Kampung Arul Latong, M Arifin SH, Senin (14/12/2020).

Menurut Reje Arifin, tidak diketahui ketiga sumber mata air  tersebut, tiba-tiba saja ada semacam kolam kecil yang di sekelilingnya ditumbuhi semak pada lokasi yang sangat berdekatan.

Warga kemudian menamai daerah itu menjadi Dusun Wih Masin (Dusun Air Asin) letaknya di sebuah cekungan gunung yang dikelilingi kebun kopi milik warga.

Reje Arifin menyebutkan, kebun kopi di sekitar kolam air asin itu lebih subur dan lebih lebat buahnya dibanding kebun lain.

"Ini yang kami rasakan agak aneh. Tanah di sana lebih subur, hasil kebun lebih banyak dibanding kebun lainnya," cerita Arifin

Ia mengatakan belum melakukan penelitian apapun terhadap kolam air asin tersebut. "Kenapa airnya asin, apa kandungannya, belum pernah kita cek ke laboratorium," ujar Arifin.

Ia hanya pernah mendengar cerita warga, bahwa dulu banyak hewan dan burung yang minum di kolam kecil yang memiliki air asin itu. 

"Cerita yang kami dengar begitu. Kenapa dan bagaimana, kami tidak tahu," sebut Reje Arifin.

Arifin mengirimkan sejumlah foto tentang keberadaan kolam air asin tersebut yang tampak masih sangat alami. (*)

Baca juga: Layanan YouTube, Gmail, Hingga Google Drive Sempat Tumbang Tadi Malam, Pihak Google Angkat Bicara

Baca juga: Jenis Ke-3 Surah Dibaca Rasulullah Saat Shalat Tahajud, Ustad Adi Hidayat: Jarang Dikerjakan Orang

Baca juga: Khumairah, Bayi Penderita Tumor Ganas Butuh Biaya Operasi. Mengharapkan Uluran Tangan Warga

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved