Breaking News:

Menag RI Resmikan Gedung Baru UIN Ar-Raniry

Menteri Agama (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn) H Fachrul Razi, meresmikan gedung Ruang Kuliah Umum (RKU) di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

HUMAS UIN AR-RANIRY
Menteri Agama (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn) H Fachrul Razi disaksikan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Warul Walidin AK MA, Ketua Senat UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Azman Ismail MA melakukan penandatangan prasasti peresmian gedung ruang kuliah umum di Gedung Auditorium Ali Hasjmy, kampus setempat, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, Senin (14/12/2020). 

BANDA ACEH - Menteri Agama  (Menag) RI, Jenderal TNI (Purn) H Fachrul Razi, meresmikan gedung Ruang Kuliah Umum (RKU) di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (14/12/2020). Dalam kesempatan yang sama Menag juga meluncurkan Rumoh Moderasi Beragama dan program Guruku (Gerakan Seribu Buku).

Peluncuran dan penandatangan prasasti peresmian gedung baru tersebut dilakukan usai menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, bertempat di Gedung Auditorium Ali Hasjmy Kopelma Darussalam Banda Aceh.

Proses penandatangan prasasti peresmian disaksikan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Warul Walidin AK MA, Ketua Senat UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Azman Ismail MA serta sejumlah pihak terkait. Pembangunan ruang kuliah umum bersumber dari dana SBSN-PBS APBN tahun anggaran 2019.

Pada kesempatan itu,  penasihat DWP Kemenag RI, Anni Sulistiowati Fachrul Razi juga melakukan penandatanganan prasasti peresmian PAUD Qurrata Ainaini Dharma Wanita Persatuan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Sampaikan orasi ilmiah

Dalam kunjungannya ke UIN Ar-Raniry, Menag Fachrul Razi juga menyampaikan orasi ilmiah. Dalam orasinya, Fachrul Razi mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di lingkungan UIN Ar-Raniry untuk berpegang teguh pada Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa, dasar dan ideologi negara Republik Indonesia.

"Founding fathers bangsa ini dan semua warga negara Indonesia telah berkomitmen dengan ideologi Pancasila. Jangan sampai kita di cerai-beraikan dengan paham apapun yang pada akhirnya meruntuhkan ideologi Pancasila dan bangsa ini," kata Fachrul Razi.

Menurut Fachrul Razi, wajib hukumnya bagi semua ASN berkomitmen dan berpegang teguh pada ideologi pancasila. Ia berharap semoga tidak ada ASN yang menjadi pengkhianat pancasila. "Jika ada ASN yang tidak setuju dengan ideologi Pancasila, saya kira kita sependapat bahwa dia tidak pantas menjadi ASN," tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagai ASN harus memiliki sikap militan dan mampu menjadikan regulasi dan peraturan perundang-undangan menjadi panduan. "ASN adalah representatif wajah atau image negara. Masyarakat umum akan memberikan penilaian atas bagaimana wajah negara itu di indikasikan dalam perilaku kita selaku ASN baik saat kita bekerja maupun di rumah masing-masing," katanya.

Menag RI memberi contoh jika ASN memiliki kesantunan jiwa, saling menghargai dan menghormati maka institusi negara akan dinilai baik. Sebaliknya jika perilaku dan akhlak kita selaku ASN termasuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan berperilaku jahat seperti tutur kata yang kurang sopan, menebar kebencian, korupsi dan berperilaku tidak adil maka citra negara juga jelek.

Sementara Rektor UIN Ar-Raniry, Warul Walidin mengungkapkan, sikap moderasi sangat penting bagi suatu bangsa. Karena moderasi beragama telah masuk dalam Rancangan Perencanaan Jangka Menengah Nasional  (RPJMN) 2020-2024, dan UIN Ar-Raniry telah lama mengimplementasikan konsep moderasi ini yang mengacu kepada Renstra tersebut dengan nama Rumoh Moderasi.

Hal tersebut kata Rektor juga sejalan dengan visi UIN Ar-Raniry yakni menjadi universitas yang modern dalam keislaman, kebangsaan dan keuniversalan.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved