Breaking News:

Yaman, Negara Paling Berisiko Alami Bencana Kemanusiaan di 2021, Perang Jadi Pemicunya

Konflik yang berlanjut, kelaparan yang meluas, dan lambatnya tanggapan bantuan internasional secara dramatis memperburuk krisis di Yaman tahun depan.

AFP/MOHAMMED HUWAIS
Asap mengepul tinggi dari lokasi serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa, Ibu Kota Yaman, Rabu (1/7/2020). 

SERAMBINEWS.COM, SANAA– Komite Penyelamat Internasional (IRC) menempatkan Yaman sebagai negara paling berisiko mengalami bencana kemanusiaan pada 2021.

Ini kali ketiga IRC menetapkan Yaman di posisi sama selama tiga tahun terakhir. Perang antara kelompok Houthi dan faksi Yaman yang didukung Arab Saudi dan Emirat Arab jadi pemicunya.

Konflik yang berlanjut, kelaparan yang meluas, dan lambatnya tanggapan bantuan internasional secara dramatis memperburuk krisis di Yaman tahun depan.

Aljazeera mewartakan laporan IRC, Rabu (16/12/2020). Direktur Badan Bantuan IRC untuk Yaman, Tamuna Sabadze, meminta dukungan komunitas internasional lebih dari masa sebelumnya.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera dari Sanaa, ibukota Yaman, Sabadze menyerukan komitmen lebih dari yang dilihat saat ini dari aktor internal, regional dan global untuk mengakhiri konflik.

Baca juga: Lampu Penerang Minim, Jalan Sudirman Ujung di Langsa Barat Gelap Gulita, Warga Cemas Saat Melintas

Baca juga: Catherine Wilson Habiskan Uang Rp 3 Juta dari Kantong Sendiri Hanya Untuk Membeli Sabu

“Tanpa ini, banyak hal tidak akan berubah di Yaman. Warga sipil Yaman benar-benar tidak akan memiliki masa depan dan harapan,” katanya.

“Dua puluh empat juta orang membutuhkan semacam bantuan kemanusiaan, baik itu makanan, perlindungan, layanan kesehatan, atau pendidikan,” imbuhnya.

“Mayoritas penduduk sangat membutuhkan campur tangan PBB dan pendanaan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari mereka,” tegas Sabadze

Daftar yang disusun IRC untuk 2021, peringkat satu sampai 10, terdiri atas Yaman; Afganistan; Suriah; Republik Demokratik Kongo; Etiopia; Burkina Faso; Sudan Selatan; Nigeria; Venezuela, dan Mozambik.

Sepuluh negara lainnya juga ada dalam daftar tetapi tidak memiliki tingkat risikoseperti 10 negara di daftar pertama. Mereka terdiri atas Kamerun; Republik Afrika Tengah; Chad; Kolumbia; Lebanon; Mali; Niger; Palestina; Somalia, dan Sudan.

Baca juga: Usai Video Call dengan Wanita Tanpa Busana, Nelayan Diperas Rp 1,5 Juta, Begini Kronologinya

Baca juga: Lowongan Kerja PT JNE untuk Lulusan SMA/SMK hingga D-3, Tertarik? Ini Syaratnya

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved