Breaking News:

Partai Pengusung Masih Bahas Cawagub

Pembahasan calon wakil gubernur (cawagub) Aceh pendamping Gubernur Ir Nova Iriansyah MT, masih bergulir di tingkat partai pengusung pasangan

FOR SERAMBINEWS.COM
lima partai pengusung untuk pertama kali duduk bersama membahas masalah cawagub sisa masa jabatan 2017-2022. Pertemuan itu berlangsung di sebuah cafe di kawasan Menteng, Jakarta 

BANDA ACEH - Pembahasan calon wakil gubernur (cawagub) Aceh pendamping Gubernur Ir Nova Iriansyah MT, masih bergulir di tingkat partai pengusung pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah pada pilkada 2017 lalu. Pembicaraan masih sebatas menguatkan komitmen untuk melahirkan cawagub. Pada Selasa (15/12/2020) malam, lima ketua partai pengusung untuk pertama kali duduk bersama membahas masalah cawagub sisa masa jabatan 2017-2022. Pertemuan itu berlangsung pada salah satu kafe di kawasan Menteng, Jakarta.

Kelima ketua partai yang hadir dalam pertemuan itu adalah Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Nova Iriansyah, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh, Irmawan, Ketua Umum DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) Hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Samsul Bahri Ben Amiren alias Tiyong, Ketua Umum DPP Partai Daerah Aceh (PDA), Tgk H Muhibbussabri A Wahab, dan Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh, Muslahuddin Daud.

"Dalam pertemuan tadi malam (Selasa malam-red), Pak Nova Iriansyah bertindak sebagai Ketua Partai Demokrat Aceh. Pertemuan itu merupakan lanjutan dari rapat sebelumnya yang dilakukan oleh empat ketua partai pengusung. Kelima ketua partai mengapresiasikan harapan publik yang menginginkan agar posisi wagub cepat terisi," kata Muslahuddin Daud kepada Serambi, Rabu (16/12/2020) menyampaikan isi pertemuan.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab, menurut Muslahuddin, pihaknya membahas beberapa hal terkait mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan mengacu pada yang pernah terjadi saat pemilihan Wagub DKI Jakarta dan Wakil Wali Kota Banda Aceh yang saat itu dipimpin Hj Illiza Sa'aduddin Djamal. "Referensi ini yang kita diskusikan mengingat fleksibilitas dalam aturan terutama kewengan gubernur defenitif dalam meneruskan usulan cawagub ke DPRA," ujarnya.

Hal lain yang dibahas, sebut Muslahuddin, menyangkut masih memungkinkannya cawagub diajukan di atas tanggal 5 Januari 2021. Ini berdasarkan hasil konsultasi dengan beberapa pihak. Bila terjadi konsensus, partai pengusung sepakat mengusulkan kader internal partai yang sudah mempedomani peraturan internal partai dalam proses pengusulan.

"Karena ini adalah pertemuan lengkap dan pertama terlaksana, partai pengusung belum mengerecutkan nama yang akan diusul. Tapi, membahas nama-nama yang sudah muncul ke media dan menjadi konsumsi publik. Dalam waktu dekat, partai pendukung akan duduk kembali dengan Pak Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh sebagai tahap lanjutan dalam upaya mengisi posisi wagub untuk sisa masa jabatan 2017-2022," pungkas Muslahuddin.

Sebelumnya, empat ketua partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada 2017 lalu, minus Demokrat, sudah melakukan pertemuan di Jakarta pada Sabtu (12/12/2020). Pada kesempatan itu disepakati bahwa posisi wakil gubernur harus segera diisi dan idealnya cawagub berasal dari partai pengusung sendiri. Namun, saat itu belum diputuskan nama yang akan diusung.

Mengingat waktu pemilihan cawagub makin mepet atau sampai awal Januari 2021, keempat ketua partai pengusung tersebut juga sepakat untuk ,memaksimalkan waktu yang ada sampai terpilih dua nama cawagub untuk diusul ke Gubernur sebelum dipilih satu nama oleh DPRA. Sebab, bila melewati tenggat waktu tersebut, dipastikan Nova Iriansyah akan memimpin Aceh seorang diri hingga berakhir jabatannnya pada 5 Juli 2022.

Untuk diketahui, isu pemilihan cawagub Aceh mulai menggelinding sejak Nova Iriansyah dilantik sebagai Gubernur Aceh menggantikan Irwandi Yusuf yang tersandung kasus suap Dana Otonomi Khusus (DOKA) tahun 2018. Nova dilantik oleh Mendagri, Tito Karnavian di Gedung DPRA, pada Kamis, 5 November 2020. Sebelumnya, Nova merupakan Wakil Gubernur Aceh dan Plt Gubernur Aceh.

Meskipun secara etika politik, posisi wakil gubernur yang ditinggalkan Nova menjadi milik PNA (partainya Irwandi Yusuf), namun masing-masing partai pengusung juga berambisi mengusung calonnya sendiri. Sejauh ini nama-nama yang sudah muncul yaitu Ketua Umum DPP PDA, Tgk Muhibbussabri A Wahab dan H Ruslan M Daud, anggota DPR RI dari Fraksi PKB yang juga mantan bupati Bireuen. Baru-baru ini, PNA hasil Kongres 2017 yang dipimpin Irwandi Yusuf juga sudah menyiapkan calon sendiri yaitu H Muharuddin Harun SSos MM yang merupakan kader Partai Aceh dan mantan ketua DPRA. (mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved