Breaking News:

Opini

Muhammad SAW dan Khadijah RA

Kalau berjalan tampaknya ia mengeluarkan tenaga tetapi begitu ringan, badannya agak doyong bagai orang sedang menuruni bukit. Kalau menoleh kemana

Muhammad SAW dan Khadijah RA
Dr. Munawar. A. Djalil, MA, Pegiat Dakwah dan PNS di Lingkungan Pemerintah Aceh

Oleh Dr. Munawar. A. Djalil, MA, Pegiat Dakwah dan PNS di Lingkungan Pemerintah Aceh

Kini Muhammad SAW pria dewasa, tingginya sedang, tubuhnya kekar. Dada dan bahunya bidang. Lengannya panjang, telapak tangan dan kakinya kasar. Kepalanya yang agak bulat dengan punggung yang kukuh. Bola matanya hitam agak coklat, dengan bulu mata panjang lentik. Rambutnya hitam lebat agak bergelombang, pipinya halus, hidungnnya mancung, mulutnya agak lebar.

Kalau berjalan tampaknya ia mengeluarkan tenaga tetapi begitu ringan, badannya agak doyong bagai orang sedang menuruni bukit. Kalau menoleh kemana saja, ia selalu memalingkan seluruh badannya. Cara hidupnya bersahaja. Ia membantu pekerjaan rumah, menisik baju, mandadani bantal, menimba air atau memerah susu kambing, sembari tetap menjadi pengembala.

Keluarga Abi Thalib tempat Muhammad SAW menumpang, hidup miskin. Tetapi seperti orang miskin lain, Abi Thalib selalu penuh harap. Untuk itu ia harus pandai menunggu, sembari tetap berusaha kecil-kecilan untuk mendapatkan biaya makan anak dan istrinya. Suatu hari Khuzaimah, rekan sebaya Muhammad SAW, membawa berita. Bibinya Khadijah, sekarang sedang mencari agen untuk mengantar barang dagangannya bersama kafilah di Syria.

Abu Thalib, kini ketua klan, menanggapi serius. Ia mungkin terlalu tua, masuk usia lima puluh dan sibuk dengan jabatan dan keluarga, upahnya pun kecil, menurut tarif, dua ekor unta muda sekali jalan. Namun bagi Muhammad SAW, pasti belum terlambat, kalau gol, ini jelas meringankan beban hidup keponakannya.

Demi keponakannya ini ia berani buka suara kepada Khadijah. Ia tahu Muhammad SAW cerdas, berkemauan keras, jujur, dan bertanggung jawab. Ia telah membuktikan selama selusin tahun Muhammad SAW tinggal dengannya serumah. Dua unta muda barangkali bisa membuka hubungan dengan janda kaya raya ini. Untuk awal dari permulaan, memadailah. Hatinya bergerak cepat. Ia memanggil Muhammad SAW dan menanyakan pendapatnya. Mendengar pendapat Muhammad SAW bahwa ia setuju saja pendapat pamannya, Abu Thalib berangkat menemui Khadijah.

Abu Thalib mendapat kepastian mengenai berita bahwa Khadijah mencari agen pembantu. Katanya Khadijah sepakat untuk memberi Muhammad SAW upah dua kali lipat. Ia telah mendengar kelebihan Muhammad SAW dari orang sekitar, termasuk keponakannya, Hakim bin Hizam. Ia cerdas dan jujur, barangkali ini bisa jadi awal untuk kerja sama kelak. Upah empat ekor unta, jadilah, Abu Thalib pulang dengan gembira.

Persiapan kafilah dagang riuh rendah. Pengantar berjejal, barang dimuat, teriakan dan bentakan kepada tunggangan, menusuk kuping. Kafilah bergerak hingga lenyap di ufuk gurun. Kafilah dagang sampai ke Syria selama dua minggu, satu perjalanan yang melelahkan. Muhammad SAW berhasil memasarkan barang titipan Khadijah dengan laba cukup. Maisarah, budak pria Khadijah yang ikut, tampaknya terkesan kuat oleh kepribadian Muhammad SAW.

Keterampilan Muhammad SAW bergaul dengan calon pembeli, hubungannya dengan rekan dan orang kebanyakan sangat mengesankan. Tapi paling mencolok adalah kesannya atas sikap Muhammad SAW terhadap pribadinya. Setelah barang terjual, kini Muhammad SAW mulai melaksanakan pesanan majikannya, membeli aneka barang yang akan dijual lagi di Makkah. Satu persatu anggota kafilah merampungkan usahanya dan kemudian semua berkumpul kembali, siap bertolak pulang.

Sesampai Muhammad SAW di Makkah, Khadijah mendengar laporan bagus tentang penjualan yang sesuai harga, barang yang baru beli, dan berbagai pengalaman kecil dalam perjalanan. Maisarah kemudian menambahkan perincian atas keterangan Muhammad SAW, kesemuanya mengesankan Muhammad SAW sebagai pemuda yang mampu, Khadijah cukup pengalaman untuk menilai prestasi pemuda ini. Perkenalannya dengan Muhammad SAW, cepat sekali berubah, Muhammad SAW terbayang lebih sering. Orang sekitar bagai mempromosikan Muhammad SAW.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved