Breaking News:

Update Corona

Pemerintah Daerah Harus Uji Swab Para Pelaku Perjalanan untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Meski terkesan sulit, masyarakat harus menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ditujukan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan pen

SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Tim medis dari RSUD bersama Dinkes Bireuen mengambil sampel, swab 72 pegawai Disdukcapil, Rabu (14/10/2020). 

SERAMBINEWS.COM, BAND ACEH - Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah segera menyesuaikan diri untuk melindungi daerahnya masing-masing menjelang masa liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2021.

Salah satu upaya perlindungan, dengan mewajibkan pelaku perjalanan bepergian dalam keadaan sehat.

"Dengan upaya screening melalui swab antigen yang diakui sebagai alat screening Covid-19 oleh WHO (World Health Organization)," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, Kamis (17/12/2020) saat mengawali keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden seperti dilansir situs covid19.go.id.

Pemerintah saat ini tengah melakukan langkah antisipasi dengan menyusun kebijakan terkait perjalanan selama periode libur panjang.

Kebijakan yang tengah disusun ini meliputi syarat testing bagi pelaku perjalanan.

Meski terkesan sulit, masyarakat harus menyadari bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ditujukan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan penularan kasus Covid-19.

"Satgas menghimbau masyarakat dapat patuh, sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat berjalan dengan efektif," tegasnya.

Baca juga: Kesembuhan Pasien Covid-19 di Aceh Menunjukkan Tren Positif, Satgas Minta Warga jaga Protkes

Baca juga: Jasad Warga Aceh Dikebumikan di Malaysia, Setelah 15 Hari Meninggal, Akibat tak Ada Informasi

Baca juga: Disdukcapil Kota Banda Aceh Jemput Bola ke Rumah-rumah Warga yang Sakit dan Uzur, Ini Tujuannya

Berkaca dari pengalaman terdahulu, terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Lonjakan kasus ini membawa dampak lanjutan lainnya, seperti berkurangnya kapasitas tempat tidur yang tersedia di ruang isolasi dan ruang ICU, dimana pada beberapa daerah kapasitasnya sudah terisi di atas 70 persen.

Juga, semakin bertambah pasien, maka tugas para tenaga medis di rumah sakit pun menjadi bertambah berat, dan bertambahnya potensi kasus positif Covid-19.

"Dan yang paling kita khawatirkan adalah bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19," kata Wiku.(*)

Penulis: Ansari Hasyim
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved