Rabu, 8 April 2026

DLHK3 Pasang Kubus Apung, Atasi Sampah di Aliran Sungai

Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh terus membuat gebrakan dan inovasi dalam mengatasi persoalan sampah

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Petugas kebersihan sedang mengambil sampah yang tertahan di kubus apung yang dipasang di aliran Krueng Daroy, Banda Aceh, Sabtu (19/12/2020). 

BANDA ACEH - Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh terus membuat gebrakan dan inovasi dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Banda Aceh. Inovasi yang baru dilakukan itu, yakni memasang kubus apung di dua titik, yakni di aliran Krueng Daroy dan Krueng Doy Lampaseh.

Tujuan pemasangan kubus apung di aliran sungai yang dilakukan DLHK3 Banda Aceh di dua titik tersebut, agar petugas lebih mudah memungut sampah di aliran air yang tertahan dengan kubus apung tersebut.

Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani Basyah, mengatakan kubus apung di dua titik tersebut sudah dipasang sejak Jumat (18/12/2020). Bahkan pada saat pemasangan, Hamdani turun langsung bersama Sekretaris DLHK3 Banda Aceh, Dody Haikal serta sejumlah pejabat instansi tersebut ke lokasi.

"Kami ingin melihat lebih dekat bagaimana cara kerja kubus apung yang dipasang, salah satunya di bawah jembatan Jalan STA Johansyah (Jalan Seulawah), Gampong Seutui," kata Hamdani, kepada Serambi.

Selain mempermudah petugas kebersihan memunggut sampah, pemasangan kubus apung warna biru yang disusun rapi, sehingga membentuk jembatan apung di aliran sungai yang membelah Gampong Seutui dan Neusu tersebut juga dimaksudkan agar sampah dari aliran sungai tidak masuk ke laut. "Kubus apung tersebut fungsinya untuk menahan sampah agar tidak sampai ke muara atau bibir pantai. Sampah-sampah yang mengalir di aliran sungai akan tertahan dan menumpuk di sekitar kubus," terang Hamdani.

Posisinya otomatis mengikuti ketinggian air, lanjut Kepala DLHK3 Banda Aceh. Untuk segi bahanya cukup kuat terbuat dari material HDPE dengan tambahan jaring di bawahnya, sehingga mampu menahan sampah dari hulu sungai menuju ke hilir.

Hamdani menerangkan selama petugas harus turun ke sungai untuk bisa membersihkan sampah di aliran Krueng Daroy dan Krueng Doy Lampaseh.

Namun, dengan adanya kubus apung itu petugas lebih mudah menjaring sampah dan langsung memasukkan ke truk dan selanjutnya dibawa ke TPA. "Kami imbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampai membuang ke sungai. Selain kotor, juga berdampak mudah banjir," pungkas Hamdani.(mir)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved