Breaking News:

Nazar dan Muhammad MTA Masuk Bursa Cawagub dari PNA

Selain Muharuddin Harun yang mendaftar sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Aceh melalui Partai Nanggroe Aceh (PNA) hasil Kongres 2017

Dokumen rekan Irwandi
Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, Sabtu (20/12/2020) malam, menjenguk ibunya yang sedang dirawat di RS BMC Bireuen. 

BANDA ACEH - Selain Muharuddin Harun yang mendaftar sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Aceh melalui Partai Nanggroe Aceh (PNA) hasil Kongres 2017, masih ada dua nama lain yang menyusul. Keduanya adalah Muhammad Nazar, Ketua DPP Partai SIRA yang juga mantan wakil gubernur Aceh dan Muhammad MTA, pengurus PNA.

"Sudah ada tiga orang yang mendaftar melalui PNA untuk diusung menjadi calon wakil gubernur Aceh sisa masa jabatan 2017-2022," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PNA, Miswar Fuady kepada Serambi, Minggu (20/12/2020).

Surat dukungan dua nama terakhir tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen PNA hasil Kongres 2017, Irwandi Yusuf dan Miswar Fuady di Bandung pada 14 Desember 2020. "Ketiga calon wakil gubernur ini akan diserahkan ke Majelis Tinggi PNA untuk diputuskan satu nama yang akan diusung oleh DPP PNA," ujarnya.

Selanjutnya, sambung Miswar, satu nama tersebut akan didiskusikan dalam rapat partai pengusung lainnya, yaitu Partai Demokrat, PKB, PDI-P dan PDA. Selain PNA, dua partai pengusung lain yaitu PKB dan PDA juga sudah menetapkan calonnya masing-masing.

Dari PKB diusul H Ruslan M Daud, anggota DPR RI dari Fraksi PKB yang juga mantan bupati Bireuen. Sedangkan PDA mengusulkan ketua umum partai tersebut, Tgk Muhibbussabri A Wahab. Dari nama-nama tersebut nanti, partai pengusung akan menetapkan dua nama guna diajukan ke Gubernur Aceh sebelum dipilih satu nama oleh DPRA melalui rapat paripurna.

Sementara, terkait tiga nama yang masuk bursa cawagub dari PNA, terlihat bahwa dua calon merupakan figur eksternal partai, yakni Muharuddin yang merupakan kader Partai Aceh dan Muhammad Nazar yang merupakan Ketua DPP Partai SIRA.

Miswa Fuadi sebelumnya mengungkapkan, pihaknya menerima kader dari luar partai karena calon dari internal partai belum ada yang serius membangun komunikasi dengan DPP PNA. “Tapi jika ada kader internal yang mendaftar dan meminta surat keputusan, tetap akan diberikan,” ujarnya Senin (14/12/2020).

Ketua DPP PNA hasil Kongres Luar Biasa (KLB), Samsul Bahri bin Amiren alias Tiyong yang saat itu dimintai tanggapannya, mengaku tidak sepakat dengan keputusan Irwandi yang mengusulan nama dari luar partai. Ia menegaskan bahwa PNA memiliki banyak kader yang bisa diusul menjadi cawagub Aceh.

"PNA memiliki banyak kader yang siap. Salah satu yang sangat siap Ketua Majelis Tinggi Partai, Bang Irwansyah (Mukhsalmina)," katanya.

Saat ditanya, apakah PNA hasil KLB ada mengusulkan nama lain? Tiyong tidak menjawabnya secara langsung.

"Secara aturan DPP PNA mengusulkan nama-nama calon ke Majelis Tinggi Partai untuk mendapatkan rekomendasi calon wagub. Di DPP PNA sendiri belum ada rapat tentang itu, coba konfirmasi ke Majelis Tinggi Partai ada nggak nama-nama yang diajukan oleh DPP PNA, karena saya sendiri tidak tahu soal ini. Ini semua kerja Miswar Fuadi dengan Irwandi Yusuf," pungkas Tiyong.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved