Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Septic Tank di Aceh Singkil Dituntut 8 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil, Rahmad Syahroni Rambe, membacakan tuntutan ini dalam sidang secara virtual, Senin

Dokumen Delfiandi
Kasi Pidsus Kejari Aceh Singkil, Delfiandi, mendampingi terdakwa dugaan korupsi Rahmad Hidayat saat mengikuti sidang secara virtual di Aula Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Senin (21/12/2020) 

Oleh karena itu terdakwa diminta mengembalikan uang pengganti Rp 1.811.233.332,39. 

Jika Rahmad Hidayat dalam waktu satu bulan tidak membayar uang pengganti sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

Maka, harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti.

"Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana dengan pidana penjara selama 4 tahun," jelas Kasi Pidsus.

Menurut Delfiandi, JPU Kejari Aceh Singkil, mengajukan tuntutan tersebut, lantaran merasa yakin berdasarkan fakta di persidangan terdakwa bersalah melakukan tindakan korupsi bersama-sama. 

Hal itu sebagaimana diatur Pasal 2 ayat 1 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Aceh Singkil, menahan, Rahmad Hidayat, sejak 6 Juli 2020.

Rahmad tersandung dugaan kasus korupsi dalam pembangunan septic tank (tangki septik) skala komunal.

Dalam kasus itu Kejari Singkil, amankan barang bukti (BB) senilai Rp 524.787.000. 

Selain uang jaksa juga amankan BB pipa, dukumen dan septik.

Halaman
123
Penulis: Dede Rosadi
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved