Breaking News:

Berita Aceh Singkil

Terdakwa Kasus Korupsi Proyek Septic Tank di Aceh Singkil Dituntut 8 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil, Rahmad Syahroni Rambe, membacakan tuntutan ini dalam sidang secara virtual, Senin

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Mursal Ismail
Dokumen Delfiandi
Kasi Pidsus Kejari Aceh Singkil, Delfiandi, mendampingi terdakwa dugaan korupsi Rahmad Hidayat saat mengikuti sidang secara virtual di Aula Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Senin (21/12/2020) 

Pembangunan tangki septik skala komunal (5-10 KK) tahun anggaran 2018, sumber anggarannya Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 5,2 miliar.

Kala itu tersangka menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU dan PR) Aceh Singkil. 

Modusnya proyek yang harusnya dikerjakan swakelola oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM), justru dikelola sendiri oleh tersangka. 

Nahasnya lagi Rahmad yang kala itu selain PPTK merupakan Kepala Bidang Sarana Prasarana Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas PU dan PR, diduga melakukan markup dalam pembelian barang. 

Hal itulah yang menyebabkan terjadi kerugian keuangan negara.

"Tersangka menyalahgunakan kewenangan," tukas Kajari Aceh Singkil, Muhammad Husaini.

Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat lantaran muncul kecurigaan anggaran pembangunan septic tank skala komunal untuk 13 kelompok swadaya masyarakat tahun 2018.

Namun, hingga tahun 2019 tidak juga selesai dikerjakan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved