Breaking News
Senin, 13 April 2026

Internasional

UEA Larang Turis dan Buruh Belasan Negara Mayoritas Muslim

Uni Emirat Arab (UEA) melarang turis dan buruh dari belasan negara mayoritas Muslim. Pakistan yang telah mendapat larangan

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Warga asing meninggalkan Uni Emirat Arab melalui bandara intenrasional Dubai. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) melarang turis dan buruh dari belasan negara mayoritas Muslim.

Pakistan yang telah mendapat larangan mengirim Menteri Luar Negeri untuk bertemu Menlu UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan di Dubai pada Minggu (20/12/2020).

Dalam pertemuan itu, Uni Emirat Arab telah secara terbuka mengakui larangan yang sejauh ini tidak dapat dijelaskan terhadap pengunjung dari Pakistan.

Menurut agen perjalanan juga menargetkan turis dan buruh dari belasan negara mayoritas Muslim di tengah pandemi Covid-19 dan normalisasi hubungan UEA dengan Israel.

Dilansir AP, Senin (21/12/2020), setelah pertemuan dengan mitranya dari Pakistan, Menteri Luar Negeri Emirat Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan menekankan hanya bersifat sementara dari pembatasan.

Baca juga: Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Ajak Perempuan Indonesia Bergandengan Tangan Hadapi Covid-19

Baru-baru ini, UEA telah memberlakukan penangguhan penerbitan visa karena wabah Covid-19.

Dia tidak merinci penangguhan visa, yang telah membingungkan ekspatriat yang ingin masuk ke federasi tujuh kerajaan syekh.

Di mana orang asing melebihi jumlah penduduk setempat, hampir sembilan berbanding satu.

Pembatasan visa yang dilaporkan menargetkan negara-negara seperti Lebanon, Kenya, Iran, Suriah, Afghanistan dan Yaman.

Sebaliknya, turis mulai tiba di negara Teluk Persi itu dengan paspor Israel setelah perjanjian normalisasi.

Baca juga: Tujuh Warganya Masuk Islam, Begini Pesan Bupati Aceh Singkil

Pemerintah Emirat dan Israel sedang menyusun kesepakatan pembebasan visa bersama untuk memberikan visa turis Israel pada saat kedatangan.

Saeed Mohammed, agen perjalanan di Arabian Nights Tours di Dubai, Senin (21/12/2020) mengatakan permintaan visa terus meningkat.

Dikatakan, seperti keluarga dari Pakistan dan beberapa negara Timur Tengah dalam beberapa minggu terakhir ini.

Tetapi pria muda lajang dari negara-negara itu ditolak masuk, memicu spekulasi bahwa larangan tersebut mungkin terkait dengan masalah keamanan atau masa berlaku visa.(*)

Baca juga: Besok 22 Desember Hari Ibu Nasional, Ini Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu yang Singkat dan Panjang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved