Breaking News:

Salam

Bencana Itu Ujian Keimanan!

Hari ini, 26 Desember 2020, kita mengenang kembali mahabencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan bumi Aceh

Serambinews.com
Suasana peringatan 16 tahun bencana tsunami di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, Sabtu (26/12/2020). 

Hari ini, 26 Desember 2020, kita mengenang kembali mahabencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan bumi Aceh pada 26 Desember 2004. Peristiwa 16 tahun lalu itu, pada hari ini bukan sekadar untuk kita kenang dengan tangisan, tapi lebih dari itu kita harus semakin tahu pesan di balik setiap bencana .

Para ulama dan cendikiawan Islam mengingantkan kita bahwa dalam berinteraksi dengan musibah bencana alam, Islam mengajarkan penganutnya untuk bersabar dan mengambil pelajaran atas kejadian tersebut. Sebab, tidak ada suatu peristiwa di dunia yang terjadi secara kebetulan. Semua atas izin Allah dan menyimpan banyak hikmah.

Semakin orang paham hikmah di balik kejadian itu, ia akan semakin lapang hati menerimanya. "Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang ia kehendaki. Dan, barang siapa dianugerahi hikmah itu, ia benar‑benar dianugerahi karunia yang banyak. Dan, hanya orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran."

Maka hari ini, dan hari-hari yang akan datang, kesadaran kita terhadap kekuasaan Allah SWT merupakan pelajaran yang terpenting dari bencana alam. Semesta dan isinya tunduk kepada perintah Allah. Manusia, jin, hewan, gunung, air, bumi, dan semua ciptaannya berada dalam genggaman‑Nya.

Bila Allah berkehendak, tidak ada yang dapat mencegah gunung yang kokoh itu meletus, air yang turun dari langit kemudian mengalir membentuk banjir, dan tanah tiba‑tiba longsor memakan korban banyak. Capaian kecerdasan manusia dengan segala peralatan supercanggih tak mampu untuk membendung kuasa Allah.

Orang beriman melihat bencana dari segi metafisika, yaitu keinginan tersirat Sang Pencipta di belakang bencana. Yakni, menguji keimanan kita. Semakin jauh pada Allah Swt atau malah semakin dekat? Makanya, sikap kita pertama terhadap bencana apapun yang terjadi adalah rasa takut bahwa “ujian” itu akan  datang lagi.

Manusia tidak bisa memprediksi kapan musibah datang. Kita bisa melihat bahwa musibah layaknya misteri yang tidak bisa diprediksi siapa pun kecuali Tuhan. Berbagai macam musibah mulai dari banjir, gempa bumi, gunung meletus, hingga yang bencana serangan virus Corona yang sudah 10 bulan belum tertanggulangi.

Sebagai manusia beradab yang masih memiliki empati, kita diajarkan bersikap baik terhadap orang lain yang tertimpa bencana. Karena itu, setiap kali ada musibah, banyak orang buru-buru ingin segera menghibur para korban bencana. Namun, para sosiolog dan psikolog ada yang mengingatkan  bahwa ketika memberikan support terhadap orang‑orang yang mengalami musibah tidak bisa dengan terburu‑buru. Kita tidak bisa memaksa orang yang sedang bersedih untuk segera berhenti bersedih.

Berikan ruang bagi mereka untuk melampiaskan kesedihannya. Lalu barulah berikan intervensi secara perlahan dan mulai batasi kesedihan tersebut dengan penguatan lewat memotivasi mereka hingga memberikan pengertian bahwa musibah adalah ujian dan bukanlah akhir dari segalanya. Kesabaran sangat penting untuk membuat mereka lepas dari kesedihan. Jangan terburu‑buru.

Yang paling penting adalah berempatilah. Berdoalah yang terbaik bagi mereka agar mendapat kenikmatan dari Allah Swt di hari-hari selanjutnya.

Kekuatan doa itu sangatlah luar biasa. Maka, berikanlah doa kepada orang‑orang yang sedang mengalami musibah tersebut. Yakinlah bahwa dengan ketulusan doa kita, mereka yang mengalami musibah, Insya Allah  akan dikuatkan dan diberikan keselamatan di hari‑hari berikutnya.

Justru itulah, setiap kali tertimpa bencana atau seperti memperngati bencana gempa dan tsunami hari ini, sikap kita yang terbaik adalah mengirimi doa kepada mereka meninggal dunia dalam musibah 16 tahun lalu itu. Dan, selain memohon ampunan dari Allah Swt untuk para korban tsunami dan kita semua yang masih berada di alam fana ini, jangan lupa juga berzikir untuk meningkatkan keimanan kita. Aamiin.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved