Berita Aceh Besar

Beredar Video di WhatsApp Pencuri Dibacok di Lampanah, Aceh Besar, Ini Penjelasan Polisi

Karena, sejauh ini tidak ada laporannya,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan ini.

Penulis: Misran Asri | Editor: Nur Nihayati
hand over dokumen pribadi
Kasat Reskrim Polres Aceh Besar, Iptu Zeska Julian Taruna Wijaya S SIK. 

Karena, sejauh ini tidak ada laporannya,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan ini.

Laporan Misran Asri | Aceh Besar

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Beredar sebuah video berdurasi 29 detik yang menunjukkan seorang pria dengan luka bacok yang cukup parah dan sedang mendapatkan penanganan medis di sebuah tempat layanan kesehatan.

Video yang beredar dalam beberapa hari terakhir di aplikasi chatting WhatsApp dan menyertakan keterangan ‘pencuri dihambo dengan parang di Lampanah, Aceh Besar (pencuri dihajar dengan parang di Lampanah, Aceh Besar-red)’ dipastikan hoax.

Berikut penjelasan Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK, MH, melalui Kasat Reskrim Iptu Zeska Julian Taruna Wijaya S, SIK, yang dihubungi Serambinews.com, Sabtu (26/12/2020).

Menurut Iptu Zeska, terkait ada kejadian pembacokan di Lampanah, Aceh Besar, dipastikan hoax.

Karena sampai Sabtu (26/12/2020), belum ada laporan terkait peristiwa pembacokan tersebut.

Baca juga: Ditegur karena Tak Pakai Masker, Pembeli Ludahi Wajah Petugas SPBU

Baca juga: Liverpool Jadi Santa Claus Pembunuh Liga Inggris di Tangan Juergen Klopp

Baca juga: Ini Empat Pemain yang Bisa Menggantikan Lionel Messi Jika Hengkang dari Barcelona

Ia menerangkan bahwa video yang dikirim Serambinews.com, Sabtu (26/12/2020) sore, sudah pernah diterima sebelumnya, sekitar dua minggu lalu.

“Untuk videonya kita tahu dari mana sumbernya, apa itu memang dibacok atau apa kejadiannya.
Tapi, yang perlu kami luruskan, bahwa peristiwa pembacokan yang menyebutkan itu terjadi di Lampanah, Aceh Besar, bisa kami pastikan itu tidak ada.

Karena, sejauh ini tidak ada laporannya,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan ini.

Ia pun mengimbau sekaligus meminta kepada masyarakat agar cerdas dalam menggunakan media sosial, salah satunya tidak langsung menyebarkan informasi serta isu-isu yang belum tentu benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaran dan faktanya.

Karena, isu-isu hoax yang beredar bisa berdampak kegaduhan dan keresahan, sehingga membuat masyarakat lainnya merasa tidak tenang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved