Breaking News:

Berita Luar Negeri

Normalisasi Sejumlah Negara dengan Israel, Kado Pahit Bagi Rakyat Palestina

Terutama kesepakatan negara-negara Arab dengan Israel itu dipandang sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina dan rakyatnya.

Editor: Said Kamaruzzaman
AFP/ABBAS MOMANI
Seorang wanita Palestina berdiri di tengah jalan untuk menghentikan pemukim Israel lewat dalam demonstrasi menentang pemukiman Yahudi di Desa Kafr Malik, Tepi Barat yang diduduki Israel, Jumat (20/11/2020). 

"Jika saat ini tekanan Israel dan Amerika Serikat sudah berhasil menggoyahkan beberapa negara Arab secara ekonomi, politik, dan psikologi dalam mendukung Palestina, ke depannya mereka akan semakin meninggalkan Palestina, dan hanya mendukung Palestina sebatas moral," ujar dia.

Baca juga: Warga Palestina dan Pasukan Israel Bentrok di Pemakaman Bocah yang Meninggal Ditembak Israel

Baca juga: Pengadilan Israel Bebaskan Tentara Penembak Mati Pemuda Palestina

Baca juga: Israel Mengirim Dana Yang Sempat Ditahan ke Palestina Sebesar Rp 42 Triliun

Palestina yang sudah merasa dirinya ditinggalkan oleh sesama negara Arab di Timur Tengah akan semakin tergantung pada dukungan Turki dan Iran.

Di tingkat global, lanjut dia, Palestina hanya dapat mengandalkan dukungan dari negara-negara GNB dan OKI, terutama sekali kepemimpinan Indonesia yang konsisten dan tegas memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan sekaligus juga menolak berhubungan dengan Israel.

Dengan demikian, ujar dia, tampaknya hanya Turki dan Iran sajalah yang dapat menyatakan dirinya sebagai negara yang siap membantu kemerdekaan Palestina.

Turki mendukung secara diplomatik, ekonomi, dan politik. Sementara Iran, siap mendukung lebih jauh lagi, yakni secara militer, kata dia.

Sementara itu, Teuku Rezasyah mengatakan berbondong-bondongnya arus normalisasi negara-negara Arab dengan Israel akan meningkatkan rasa percaya diri Israel sebagai negara penguasa yang sah di Palestina, sehingga memperluas aneksasi.

Diperkirakan Israel akan mendiamkan apapun kecaman masyarakat dunia. Dalam pandangan Israel, kecaman tersebut hanya sebatas moralitas, dan akan hilang dengan sendirinya, ujar dia.

Baca juga: Gegara Isi Chat Viral, Hubungan Intim Sejenis Perawat dan Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Terbongkar

Baca juga: Alat Deteksi Covid-19 dari UGM, GeNose Dapat Izin Edar, Berapa Biayanya?

Israel juga sangat diuntungkan dengan diamnya Mesir dan Yordania, yang sudah menandatangani banyak perjanjian damai dengan Israel pasca perang Yom Kippur tahun 1973.

"Israel akan semakin agresif menjadikan Yerusalem Barat dan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negerinya. Diperkirakan Israel akan terus melakukan penggusuran tanah dan rumah warga Palestina, termasuk mempersulit izin pembangunan rumah dan pemberian fasilitas umum di wilayah yang dikuasainya, kata dia.

Nasib Palestina

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved