Breaking News:

Berita Luar Negeri

Normalisasi Sejumlah Negara dengan Israel, Kado Pahit Bagi Rakyat Palestina

Terutama kesepakatan negara-negara Arab dengan Israel itu dipandang sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina dan rakyatnya.

Editor: Said Kamaruzzaman
AFP/ABBAS MOMANI
Seorang wanita Palestina berdiri di tengah jalan untuk menghentikan pemukim Israel lewat dalam demonstrasi menentang pemukiman Yahudi di Desa Kafr Malik, Tepi Barat yang diduduki Israel, Jumat (20/11/2020). 

Untuk jangka panjang, Teuku Rezasyah mengatakan kehidupan rakyat Palestina akan semakin sulit dan terpuruk. Pemerintah Palestina akan semakin berat memperjuangkan aspirasi rakyatnya untuk merdeka.

Ia mengatakan pemerintah Palestina akan semakin sulit mengikuti forum-forum internasional untuk menyampaikan aspirasi kemerdekaan, termasuk menggalang solidaritas internasional untuk menekan Israel.

Di tingkat global, lanjut dia, Palestina sangat mengharapkan dukungan nyata dari Rusia, China, dan Indonesia.

Satu-satunya jalan bagi perdamaian di Timur Tengah adalah tercapainya dua (2) syarat utama.

Kesatu, Israel mengakui Palestina sebagai negara merdeka, dengan hanya memiliki angkatan kepolisian untuk menjaga keamanan dalam negerinya. Kedua, dunia mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, yang netral dan tidak memusuhi Israel, ungkap Teuku Rezasyah.

Terkait posisi Indonesia pasca normalisasi hubungan Israel dengan sebagian negara-negara Arab, Teuku Rezasyah mengatakan Indonesia akan senantiasa berpegang pada amanah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif, sehingga tidak akan terpengaruh oleh berbagai inisiatif Israel dan Amerika Serikat untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Indonesia merupakan satu-satunya negara yang sejak kemerdekaannya hingga saat ini dan mendatang, sesuai amanat konstitusinya, untuk terus memperjuangkan kemerdekaan seluruh bangsa di dunia yang terjajah, untuk segera merdeka dan berdaulat, ujar dia.

Ia mengatakan pengakuan Indonesia atas Israel adalah merupakan pengkhianatan konstitusi. Sehingga pengakuan sekecil apapun berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Baca juga: Wakil Wali Kota Antar Bantuan Korban Puting Beliung Alue Naga, Segera Rehab Rumah Rusak

Baca juga: Ketua Satgas Covid-19 IDI Pastikan Vaksin Uji Klinis Fase 3 Bisa Digunakan, Tapi Ini Syaratnya 

Teuku Rezasyah menyarankan Indonesia hendaknya senantiasa aktif di berbagai forum internasional untuk mengupayakan terwujudnya sebuah negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, serta siap berdamai dengan Israel.

Indonesia hendaknya aktif memperjuangkan bantuan internasional untuk pemberdayaan masyarakat Palestina di bidang ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan kesehatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved