Sabtu, 6 Juni 2026

Fakhri Husaini Buka Persaingan

Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini dipastikan memimpin tim sepakbola Aceh menuju Pekan Olahraga Nasional (PON)

Tayang:
Editor: hasyim
DOK PSSI ACEH
Pelatih Tim PON Aceh, Fakhri Husaini foto bersama Ketua Harian KONI Aceh, H Kamaruddin Abu Bakar, Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam, dan Sekum KONI, M Nasir Syam belum lama ini. DOK PSSI ACEH 

* Latih Tim Aceh ke PON Papua

BANDA ACEH - Mantan Pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini dipastikan memimpin tim sepakbola Aceh menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua, pada Oktober 2021. Demi memenuhi target yang dibebankan, ia membuka peluang untuk merekrut pemain baru.

“Kita diberi target tinggi. Tentu saja, untuk mewujudkan target itu, saya akan menerapkan standar tinggi terhadap pemain yang akan kita pilih nanti,” ungkap Fakhri Husaini didampingi Ketua Umum PSSI Aceh, Nazir Adam SE MM dalam konferensi pers, Minggu (27/12/2020) pagi.

Menurut mantan bintang PKT Bontang itu, standar tinggi pemain yang direkrut untuk membela Tim Aceh di PON Aceh tersebut harus memiliki fisik, teknik atau skill, taktik, serta mental. Bukan hanya di tim PON Aceh, standar tinggi tersebut juga diterapkan ketika melatih klub atau timnas Indonesia.

“Kita tak ingin main-main dalam merekrut pemain menuju PON di Papua. Saya tentu tidak akan mempertarukan reputasi saya dengan memilih pemain secara asal-asalan. Kita tak mau banyak ngomong. Tapi kita ingin bekerja keras untuk mencapai target itu,” ungkap pelatih asal Lhokseumawe yang sukses meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Asia U-19 di Uzbekistan Maret 2021 mendatang.

Sebagaimana diketahui, Aceh sukses lolos ke PON 2021 di Papua setelah berhasil merebut medali emas di Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Bengkulu. Keberhasilan itu tak lepas dari 20 pemain yang kini sedang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).

Kecuali itu, sukses Putra Kurniawan dkk sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Aceh di pentas sepakbola nasional. Bukan rahasia lagi, Tanah Rencong absen di PON tahun 2012 di Riau dan 2015 di Jawa Barat. Namun, rentetan prestasi buruk itu diakhiri di kepengurusan Nazir Adam SE MM.

Pada kesempatan itu, Fakhri Husaini secara terbuka mengapresiasi usaha keras dari 20 pemain muda itu, dan akan mempertahankan para punggawa yang ada. Tapi, tidak tertutup kemungkinan kalau dirinya akan merekrut pemain baru untuk kebutuhan tim. Itupun semua dilihat dalam proses latihan dan persiapan tim yang dimulai awal Januari 2021 mendatang.

“Saya berharap seluruh pemain saat ini menunjukkan kemampuan terbaik dan semangat tinggi. Terpenting, selama menjalani Pelatda nanti, mereka harus memenuhi aspek fisik, mental, teknik atau skill, serta taktik. Soal penetapan pemain, itu menjadi wewenang dan tanggung jawab saya sebagai pelatih,” tegas Fakhri Husaini.

Pada sisi lain, ayah dua anak ini secara terbuka mengatakan, kalau dia terpanggil untuk mengabdi bagi sepakbola Aceh, karena selama kariernya sebagai pemain maupun pelatih belum pernah membela tim Aceh. Untuk itulah, dirinya ingin berkontribusi bagi tanah kelahirannya sebagai pelatih tim PON Aceh.

“Saya mendapat tawaran menjadi asisten pelatih Timnas, Shin Tae Yong, tapi saya tolak. Di waktu bersamaan pula, saya ditawarin menjadi pelatih tim PON Aceh. Alhamdulillah, saya memilih menangani tim PON Aceh,” pungkasnya.

Sebelumnya, Nazir Adam bersama Fakhri Husaini bertemu dengan Ketua Harian KONI Aceh, H Kamaruddin Abu Bakar, Sekum M Nasir SIP MPA, Ketua Pelatda, Drs H Bachtiar Hasan, serta anggota pembinaan prestasi, Nuzuli MS, Dr Mansur Mkes, dan Awaluddin. Dalam pertemuan di Kantor KONI Aceh itu, Fakhri Husaini menyampaikan program untuk tim sepakbola Aceh ke PON Papua.

Itu Wewenang Pelatih

Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam SE MM menegaskan, bahwa persiapan tim PON Aceh ke Papua sepenuhnya akan menjadi tugas, serta wewenang dari tim pelatih khususnya Fakhri Husaini. Sehingga, pihak Asprov tak memiliki hak untuk campur tangan atas keputusan tim pelatih.

“Tanggung jawab dan wewenang setiap keputusan tim menuju PON Papua ada di tangan Fakhri Husaini bersama rekan-rekannya. Asprov PSSI Aceh dan saya pribadi menolak adanya pemain titipan. Karena, yang mengetahui kebutuhan tim itu, ya pelatih,” ungkap Nazir menjawab pertanyaan dari wartawan.

Nazir mengungkapkan, sebagai bentuk tidak ada campur tangan Asprov PSSI dan dirinya bisa disaksikan dalam persiapan tim Aceh ke Porwil di Bengkulu tahun 2019. Kala itu, ia memberikan kebebasan dan hak sepenuhnya kepada Mukhlis Rasyid, Azhar, dan Eddy Gunawan untuk memilih pemain ketika berlangsungnya seleksi di Lhong Raya, Banda Aceh.

Ternyata, kepercayaan yang diberikan Nazir kepada Mukhlis Rasyid, Azhar, dan Eddy Gunawan mampu dituntaskan dengan manis. Tim Aceh berhasil merebut medali emas setelah terakhir meraihnya di Porwil Jambi tahun 1999. Keberhasilan itu mengakhiri perjalanan Aceh setelah absen pada PON 2012 di Riau, dan 2015 di Jawa Barat.(ran)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved